#pov || suara langkah kaki yang elegan dan beraturan bergema di koridor, parfumnya menyebar ke seluruh sudut ruangan, begitu familiar tapi mampu membuat semua orang bertanya, siapa dia? kamu adalah wanita yang hidup di kakimu sendiri, tanpa meminta belas kasih siapapun, hidup dan mati ibarat dengan takdir yang tak bisa berubah jika bukan dirimu sendiri yang merubahnya. sedari kecil kamu hidup mandiri, penuh dengan derita, tangis, dan pedih. tapi tak membuatmu menyerah, sampai di titik dimana kamu menjadi pengusaha sukses yang terkenal dimana-mana, namamu terpajang di berbagai berita. Jang y/n itu namamu. kini kamu sedang berjalan menuju ruangan pribadi— Kim junkyu yang sempat menjadi rekan kerja mu, namun batal karna masalah pribadi dari junkyu. setelah hampir 1 tahun lamanya kalian tak tukar pesan tentang pekerjaan, akhirnya junkyu meminta kerjasama kembali pada perusahaan mu, kamu tersenyum senang, dan segera menyetujuinya. ——— § ——— suara pintu terbuka memperlihatkan junkyu yang sedang sibuk dengan laptopnya sendiri "Permisi, bolehkah saya masuk pak?" junkyu mengalihkan pandangannya kearahmu, matanya cukup tajam untuk menatapmu, dia hanya tersenyum tipis, dan mengangguk singkat. kamu pun memasuki rungan itu, menatap junkyu, yang kembali berteman dengan laptopnya. Kamu tanpa canggung duduk di kursi tamu kantor, menunggu junkyu untuk menghampirimu. tak lama junkyu menutup laptop dan mulai berjalan ke arahmu, kamu hampir terhipnotis oleh pesonanya, parasnya, kakinya yang jenjang— begitu sempurna, kulit putih dengan mata yang berwarna coklat, membuat seluruhnya terlihat sempurna. kamu hanya tersenyum tipis. Junkyu duduk di hadapan mu, mata kalian saling beradu, senyuman manis saling bertukar, tak ada pembicaraan yang dimulai waktu itu, kalian hanya saling memandang keindahan satu sama lain. Sebenarnya kalian ingin bekerjasama atau hanya ingin mengobati rasa rindu? "sudah lama tidak bertemu nona y/n" ucap junkyu memecahkan keheningan sesaat, tangannya kini mengulur kearahmu, menyapamu tanpa aba. Kamu menerimanya dengan senyuman khas. "senang bertemu denganmu pak kim. Sungguh, sebenarnya saya tidak akan berlama disini, maka mari kita bicara kan pekerjaan sekarang juga" kamu menegaskan kepada junkyu untuk tidak menunda dengan obrolan tidak penting itu, kamu langsung memberikan kontrak kerjasama dengan junkyu. ———§——— setelah banyak membicarakan pekerjaan, kamu menutup semua berkas dan merapihkan barang di atas meja itu. junkyu hanya menatapmu intens, tak ada yang terlewat, dia tersenyum simpul, lalu bergumam "kamu terlihat cantik nona y/n," kamu terdiam sesaat, suaranya tak begitu keras, tapi bergema di telingamu, kamu berdecak kecil, "ya, terimakasih" kemudian pergi meninggalkan ruangan junkyu. junkyu hanya memandang keindahan tubuhmu, yang perlahan menghilangkan dari pandangan. lanjut di komen... #junkyu #fyp #treasure #xyzbca
Jcy
@accajaejust pov/au up sesuai mood All mem treasure ya, like post yang kamu suka, jangan spam!
🔎 Détails (profil + refresh) ouvrir
Turn 1 Long Video into 10 Viral Shorts
Upload one YouTube video and auto-generate multiple TikToks, Reels, and Shorts in minutes.
[oneshot] babYoon— jaehyuk pria tampan di Seoul Korea, berparas tampan dan kaya raya di usia muda, dan badan yang tegap. Tapi bertimbal balik dengan ke kepribadian nya, "si cowo kaya yang banyak wanita." kamu adalah baek y/n yang sudah Hampir 1 tahun lebih bekerja menjadi sekertaris Yoon jaehyuk. Kamu tak pernah heran jika jaehyuk selalu bersama wanita di kantornya, pakaian berantakan, dan rambut acak-acakan, entah apa yang mereka lakukan. tapi hari itu, kamu masuk keruangan pribadi jaehyuk, membawa beberapa berkas, dan laporan keuangan. Tapi hari ini jaehyuk berpakaian rapih, wangi parfum maskulin, dan aura yang berbeda lebih— berwibawa. "maaf pak mengganggu, saya membawa berkas yang anda inginkan pak." jaehyuk tersenyum, dan mengisyaratkan untuk menaruh berkas di mejanya. kamu mengangguk, dan langsung beranjak pergi, tapi jaehyuk— mencegahmu, memanggilmu dengan suara berat, rendah, membuatmu merinding sendiri. kamu membalikkan tubuhmu, tersenyum tipis sedikit paksaan, terlihat jaehyuk tersenyum penuh makna, dia kini bangun dari duduknya, merapihkan jas hitamnya, melangkah pelan ke arahmu, menatapmu dari atas sampai bawah dengan intens. kamu reflek mundur hingga menabrak lemari yang penuh buku, dan berkas penting di dalamnya. kamu terkekeh kecil, jantungmu berdebar, wajahmu kini memerah padam karna malu. "pak... apa anda butuh bantuan?" tanyamu, kamu tak bisa menatap jaehyuk, rasanya— menegangkan. "iya. saya perlu bantuan baek y/n" suaranya berat, terdengar menggoda. Kamu merinding geli, tapi jantung mu berdebar hebat, pikiranmu berpikir liar. Jaehyuk hanya tertawa kecil. tangannya menghantam lemari itu, menguncimu di hadapannya, kini kamu dan jaehyuk sangat dekat, bahkan napas jaehyuk mampu membelai lembut kulitmu. "kenapa kamu takut y/n? bukan kah kamu sering melihatku seperti ini dengan seorang wanita.... harusnya kamu terbiasa, bukan takut." jaehyuk tersenyum meremehkan, matanya menatap dalam, penuh perhatian, tangannya mengusap lembut rambutmu,lalu turun satu oktaf— turun lagi, hingga berhenti di dagu mu. dia mengangkat dagumu paksa, menyuruh mu menatapnya. Kalian membuat kontak mata cukup lama, rasanya bikin sesak sendiri karna rasa tegang dalam tubuhmu. waktu terasa lebih lama saat kejadian sedang berlangsung, matamu membelalak setiap suduh wajah Jaehyuk. "pak saya harus pergi," jaehyuk tak menghiraukan, tangannya semakin liar, kini menjarah pinggang mu, kamu sontak menepisnya, tapi jaehyuk tak kalah kuat, dia terus ada dalam posisi nakalnya itu. "kamu selalu menarik perhatian saya y/n, rasanya—ingin terus menciummu, bahkan berbuat lebih dari itu, saya ingin..." matamu melotot kecil, jantungmu berdetak lebih cepat dan napas terasa lebih pendek, wajahmu terasa panas dengan suhu tubuh yang kini naik turun. kamu mendorong tubuh jaehyuk kasar, pergi dari ruangan dengan langkah kaki yang cepat, meninggalkan ruangan yang terdengar suara tiktok jam dinding, membuat suasana semakin menegang. jaehyuk terdiam melihatmu yang kini pergi meninggalkan dirinya sendirian, tersenyum tipis terlihat seperti pria yang sedang menyusun rencana selanjutnya. lanjut di 💬.... #jaehyuk #pov #fyp
tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benakmu bahwa menikah bisa saja tidak membuatmu bahagia— hidup penuh derita dan teriakan yang menggema di telinga, menusukmu dalam tanpa senjata tapi cukup pasti untuk membuatmu mati. sudah satu tahun kamu menikah dengan jihoon— pria yang di jodohkan oleh keluargamu demi uang. Mereka seperti penjahat yang memberikan segalanya demi uang. jihoon tak pernah menganggap mu ada di dalam hidupnya, bahkan jika kalian makan bersama, Jihoon diam seribu kata tak terucap, melirik pun dia enggan. hatimu terisak setiap saat, rasanya seperti mimpi yang tak tau kapan bangun, matamu selalu terlihat lelah oleh tangisan yang tak pernah berhenti setiap malamnya. sesekali kamu berdandan cantik bagai putri, berpakaian anggun, memakai wewangian yang manis, kamu lakukan itu untuk suamimu yaitu—jihoon. Tapi tak sedikitpun dia mengucapkan kata-kata hangat, hanya perkataan menyayat dan tatapan tajam di sudut matanya. "jihoon... menurutmu ini cocok untukku?" kamu memutarkan tubuhmu membuat gaun terombang indah, senyuman manis terukir di bibirmu, berharap jihoon memuji. "saya sibuk." jawabnya, hatimu melengos, matamu memerah menahan air mata yang enggan turun, tangan mu mengepal mencengram baju erat, badanmu bergetar. Rasanya— sakit, kamu pikir jihoon akan memuji namun dia mengabaikanmu. tetapi jihoon dengan rasa tak bersalah meninggalkan mu, menyalakan mobilnya dan pergi begitu saja. kamu tak bisa menahan air mata yang kini membasahi pipi. kamu mengacak-ngacak rambutmu dan perhiasan lainnya, menatap cermin yang berlapis kayu jati coklat, kacanya masih terlihat jelas dan jernih, cukup membuatmu terlihat jelas disana. kamu menatap dirimu yang menyedihkan, matamu yang terlihat begitu lelah, badan yang kurus, dan baju yang sudah kotor oleh hiasan wajah. ————§———— saat makan malam tiba, kamu menyiapkan segala hidangan seperti biasanya, kamu tak pernah berhenti untuk itu, karna bagaimanapun itu adalah tanggungjawab mu. seperti biasanya, kamu dan jihoon tak pernah memulai obrolan, saling bertatapan pun rasanya tetap enggan untuk di lakukan jihoon saat makan bersamamu. "jihoon... terkadang aku lelah dengan pernikahan ini. aku ingin kamu berubah jihoon... tolong anggap aku sebagai seorang istri, bukan orang— asing." suaramu bergetar memecahkan keheningan malam. Jihoon diam sesaat, Dia menghela napas panjang. Wajahnya kini terangkat menatapmu dingin. jihoon menaruh sendoknya cukup kasar, lalu dia mendekat kearahmu, hingga cukup membuatmu merasakan napasnya menyentuh wajahmu. "aku membenci pernikahan ini yn, sungguh. berhenti berharap... kita menikah karna uang bukan karna cinta." kamu memalingkan wajah, matamu enggan menatap mata jihoon, rasa sakit menyelimuti hatimu. "mari bercerai— aku bisa hidup mandiri." suaramu bergetar, rasanya seperti tersangkut di tenggorokan, susah di ucapkan. jihoon membenarkan posisisinya, ia menyilangkan kedua tangannya tersenyum tipis meremehkan, mengangguk tak jelas bagai seorang pria aneh. "aku ga peduli, kita menikah karna uang yn, tapi untuk bercerai rasanya... aku tak bisa melepaskan kamu begitu saja." ucapan itu.... bikin jantungmu rasanya berhenti sejenak, hangat tapi juga menekan, dia ga suka pernikahan ini tapi enggan melepaskan. ntah apa yang direncanakan oleh jihoon, semoga yn hidup bahagia. #pov #fyp #jihoon
Turn 1 Long Video into 10 Viral Shorts
Upload one YouTube video and auto-generate multiple TikToks, Reels, and Shorts in minutes.
Cinta yang di campur dengan obsesi yang tak bisa di kendalikan oleh kamu sendiri, itu membuatmu lelah, banyak alasan untuk mengakhiri hubungan mu dengan kekasihmu, yaitu KIM DAVID. David — pria bermarga KIM adalah pria yang mempunyai banyak harta tak bisa di hitung berapa banyak nya, dia tunangan mu, kedua orangtuamu pernah tak merestui hubungan kalian, karna david tak seperti pria normal. normal yang di maksud ialah, dalam jangka menjadi kekasihmu, banyak hal yang dia lakukan, apapun itu untuk mendapatkan mu, bahkan terkadang mengancam bahwa dia akan membuat kedua orangtuamu menderita, jika orangtua mu, tak mengizinkan hubunganmu dengan nya. ————§———— malam itu, david mengajakmu keluar, entah kemana tujuannya. Kamu menyetujuinya dan pergi bersiap. Waktu berjalan lamanya, sampai akhirnya david mengehentikan mobilnya di depan rumahmu, dia memakai jas hitam, sepatu formal dan sedikit parfum yang menusuk hidungmu. dia berjalan ke arahmu, wajahnya tersenyum tipis tangannya membentang memberikan isyarat agar kamu mendekat dan memeluknya. Kamu ikut berjalan menghampiri dan memeluk david, david memelukmu erat, menci*m pucuk kepalamu, mengusap lembut rambutmu. "hai baby, how's your day?, selama seharian aku tinggalkan. Sebenarnya aku tidak sanggup seharian tanpa liat kamu." suaranya terdengar sangat lembut, seperti cinta yang begitu tulus... padahal nyatanya— di dalam sana banyak sekali bahaya yang bisa membuatmu terjebak lebih dalam dari ini. "cukup baik. Bagaimana dengan pekerjaanmu?" kamu menyentuh pipi david lembut, menatap dalam mata coklat david. Kamu tersenyum sekilas, memperhatikan david yang kini seperti menahan diri untuk tak menc!ummu. "lancar.... tapi semangat ku hilang karna kamu tak ada di dekat ku...." jawab david, tangan kekarnya melingkar di pinggangmu, kamu menatap david dengan jantung yang makin tak karuan. kalian membuat kontak mata yang begitu lama, hingga kamu tersadar akan ke kaguman itu, lalu menggeleng cepat, "ayo pergi sayang." kamu langsung Menarik tangan david, menuju mobil agar segera berangkat, dan tak membuang banyak waktu. ————§———— hampir setengah jam perjalanan disana, tidak ada obrolan sama sekali, hanya keheningan yang menemani kalian berdua. David sesekali menoleh ke arahmu, seperti seorang pria yang berjaga-jaga akan mangsanya. "kita mau pergi kemana david?"tanyamu david hanya tersenyum menanggapi, tangannya kini menahan p4ha mu, menyeringai seram bagai iblis tampan. Kamu merinding takut, melepas tangan david dari tempat itu, kamu mulai menjauh darinya, ya memojok ke arah kaca mobil. david menoleh dengan senyuman penuh makna, dia mengangkat tangannya bagai seorang pertarungan yang menyerahkan dirinya, lalu focus ke depan memperhatikan jalan "aku mau bawa kamu ke tempat yang jelas kamu gatau arah pulang, sayang....." matamu membulat, jantungmu berdetak kencang, tanganmu meremas baju dengan gugup, menggigit bibir bawahnya, rasanya tak karuan lanjut di komen ya!!! ⚠️ Peringatan!!!! : harap bijak untuk membaca cerita ini, Cerita ini hanya karya fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh. #junkyu #pov #fyp
kamu sama jaehyuk saudara tiri, Ayah jaehyuk menikah dengan ibu mu, mereka sudah melajang hampir 4 tahun lamanya, sampai akhirnya keduanya bertemu, dan menikah. jaehyuk menjadi kakak kamu, dia keliatan anak yang bisa di bilang nakal. Pulang malem, baju berantakan, anak tongkrongan, dan ga bisa di atur, tiap hari bikin keributan terus. Kamu juga kadang di goda sama jaehyuk, sampai akhirnya muak sendiri. —————§————— malam itu, jaehyuk pulang malam lagi, kamu bukain pintu buat dia, tapi bedanya sekarang jaehyuk pulang dengan badan merah, matanya sayup-sayup, kamu tau ini ga beres, kamu papah dia ke kamarnya. badan dia ga bisa kamu imbangi sampe akhirnya kamu ikut jatuh ke ranjang milik jaehyuk. Kamu niat bangun tapi tangan kekar jaehyuk lebih dulu melingkar di pinggang kamu, matanya mulai terbuka, senyum tipis terlihat di sudut bib*r jaehyuk "lo mau kemana si?, gua udah capek banget ngedeketin lo, dan lo selalu ngehindar yn" gumamnya, suaranya seperti bisikan di telingamu, kamu merinding sendiri, "Lepas deh, kita adik kaka jaehyuk!!" menepis tangan jaehyuk dari pinggangmu, tapi lagi' jaehyuk ga biarin kamu pergi, dia buru' narik kamu, ci*m bibir kamu sekali. "diem, kita bukan saudara kandung yn... gua ga bisa tahan diri" Jaehyuk langsung menci*m bib1rmu, kamu memberontak tapi ga ada gunanya, tenaga jaehyuk lebih besar dari kamu. semakin memberontak, semakin jaehyuk perdalam ci*man itu, menekan tengkukmu, untuk semakin masuk kedalam permainannya. "Mph.... jaehyuk, s-stop.." suaramu melemah, Jaehyuk melepas ci*mannya. napasmu terengah-engah, jantungmu berdetak kencang, sedangkan jaehyuk hanya tersenyum miring, mengusap lembut bibirmu. "manis, gua suka. Sekarang ini milik gua ya." kamu menggeleng dan menepis tangan jaehyuk, meninggalkan kamarnya, menuju kamarmu, jantung mu berdetak tak beraturan, wajahmu terasa panas. "dia gila banget!!!!" ————§———— pagi hari itu, kamu, jaehyuk dan keluarga mu, sarapan berasama, perasaanmu campur aduk, tapi jaehyuk natap kamu sambil senyum' sendiri, dan berlagak ga terjadi apa' sedangkan kamu masih sibuk sama pikiran sendiri, kejadiannya terulang lagi di pikiran kamu, wajahmu merah padam, sampe bikin ibu kamu keheranan "kamu demam sayang?" tanya ibumu, kamu menggeleng dan tersenyum malu. "disini agak panas bun, yn ga suka panas" jaehyuk menjawab pertanyaan ibunya, sambil tersenyum aneh. "gitu-ya, nanti kita pasang ac disini ya" akhirnya sarapan itu selesai, tapi kamu ran jaehyuk masih duduk di meja makan, kamu menatap jaehyuk tajam, penuh kemurkaan padanya "berhenti godain gue!!!!!!" bentak mu, tapi jaehyuk hanya mengangkat bahunya, menyilangkan kedua tangannya tersenyum tipis, meremehkan. "brisik, gua bisa berbuat lebih dari itu...." ⚠️ Peringatan!!!! : harap bijak untuk membaca cerita ini, Cerita ini hanya karya fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh. ulang ya, tadi kena pelanggaran #jaehyuk #pov #fyp
PLAK.. suara tamparan keras bergema di ruangan, setelah morana menampar jaylen yang tengah membawa perempuan tak sadarkan diri ke apartemennya yang di berikan oleh morana untuk jaylen. Itu membuat darah morana menaik. "apa masalah lo sama gua sampe harus bawa perempuan ke apartemen yang gua kasih jaylen?!" morana membara, matanya memerah menatap jaylen penuh amarah, napasnya memburu, dia begitu keras menahan diri untuk tak menghabisi pria yang ada di hadapannya. morana adalah wanita sebatang kara yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya, mereka bercerai saat morana berumur 7 tahun, ia tinggal dengan neneknya hingga akhirnya neneknya meninggalkan morana selamanya. hidupnya terasa hancur dan berantakan. Ia berusaha sendiri untuk bisa hidup, dia bekerja sampai dia mempunyai perusahaan sendiri. "morana... ini bukan salah aku...." matanya memelas penuh kejujuran bahwa bukan jaylen yang membuat wanita itu tak sadarkan diri, dia hanya membawanya pulang tanpa alasan. tapi morana tak bisa menerima segala perkataan yang keluar dari mulut jaylen, dia merasa bahwa jaylen sengaja membawa wanita itu ke apartemennya dengan modus mengobatinya. "behenti berbohong jaylen, gua ga suka. Gua ga pernah ngajarin lo kaya gini." jaylen menggeleng keras, ia berlutut dihadapan morana dengan perasaan penuh penyesalan, ia menangis terisak menyedihkan, memeluk lutut wanita yang dia cinta, memohon untuk percaya padanya dadanya sesak menahan tangisan yang semakin tak bisa di kendalikan, jaylen menatap sendu morana, matanya memerah oleh tangisan yang kini membasahi pipinya. "bukan aku, sungguh..." jaylen menggeleng pelan, memeluk erat lutut morana. Morana tak bisa menahan diri dengan tangisan pria itu, dia menarik tubuh kekar jaylen untuk berdiri, mengusap lembut rambutnya. "Bawa dia pergi dari sini jaylen, kalau engga... aku bisa aja putusin kamu sekarang juga sayang...." jaylen berlari ke arah perempuan yang ia bawa sembarangan, mengangkat tubuhnya untuk ia bawa pergi dari apartemennya. ia menaruh perempuan itu di trotoar, meninggalkannya dalam dinginnya malam. Jaylen kembali masuk kedalam apartemennya menemui kekasihnya, jaylen membuka satu persatu kancing kemejanya, melemparkannya kesembarang arah, berjalan menuju morana. ia memeluk morana, kuat. Morana tak menolak, ia malah menarik jaylen kedalam pelukannya, menciumnya penuh agresif, membelai tengkuk jaylen, membawanya semakin dalam disana. "Aku maafin kamu sekarang jaylen... setelah ini aku bisa aja bunuh perempuan² diluar sana jika mereka ingin merebut kamu dari aku." #jaehyuk #pov #fyp
gua gatau rumah yang benar-benar itu bentuknya kaya gimana. Gua selalu merasa ga ada tempat ternyaman melainkan diri gua sendiri. Javian dirgantara— 18 tahun, anak kuliahan yang gatau arah dan tujuannya, gua selalu pulang dengan pikiran kosong, dan rasa sepi yang udah jadi temen gua sehari-hari. javian berjalan pulang, setiap langkah dia ketukan, disitu juga banyak pertanyaan yang keluar dari isi pikirannya, hidup kerasa hampa, sunyi, meski banyak orang di dekat gua. suara notifikasi dari ponsel javian, panggil telpon dari ibunya. javian mengangkat telpon itu dengan perasaan yang memelas tak bisa berbuat apapun. "kenapa?" "anak kaya kamu ga bisa di banggain banget si javian" "apa?" "pura² gatau atau gimana, dosen kamu telp—" panggilan ditutup oleh javian, rasanya malas bertengkar dengan ibunya, karna sekuat apapun gua jelasin, gua ga bakal menang, hati gua nangis keceng banget tapi mata gua— engga, rasanya hampa tapi jiwa gua udah gila. "berisik, manusia ga ada yang bisa diem ngurusin hidup gua" gumamnya frustasi, matanya memerah, perih menahan genangan air mata yang enggan tumpah, tangannya meremas kuat bajunya, ingin berteriak melepas semua dendam yang bertumpuk dalam hati yang tak bisa di keluarkan dengan airmata. ---- tiap perjalanan yang gua hadapi tiap hari, banyak hal yang gua ga gua suka, dari jalan hidup yang banyak brengseknya, dan keluarga yang ga bisa jadi tempat gua pulang, sekarang gua cuma punya diri sendiri yang kadang juga ikut gila mikirin masalah yang enggan pergi. ketika javian sampai di kosan, deritan pintu utama terbuka, memperlihatkan lampu remang di ruang tamu, hanya ada keheningan, dan kemudian bunyi tik-tok dari jam memecah suasana, membuatnya terasa lebih sepi dari sebelumnya. javian menjatuhan tubuhnya ke kasur yang berantakan setiap harinya, seperti tak ada manusia yang hidup disana. Baju tergeletak dimana saja, buku bersebaran di sisi kiri dan kanan, memperlihatkan betapa menyedihkannya javian. tangannya menjadi bantalan untuk kepalanya, matanya menatap sendu dinding langit, yang kini perlahan memejamkan mata, mengistirahatkan tubuh dari kerasnya hidup yang sepenuhnya ga berpihak di gua. "Gua juga mau hidup dengan segala ketenangan— yang orang lain bisa dapetin. Tapi nyatanya gua cuma dapet brengseknya doang." #pov #fyp #jaehyuk #treasure #mendarah
setelah perjalanan cukup panjang, kamu dan jaehyuk sampai di pantai. Udara disana begitu sejuk, dinginnya menusuk tulang, kamu berjalan di tepian pantai, menikmati pemandangan yang terasa merindukan momen. jaehyuk yang sedari tadi di belakangmu, kini dia membuka jasnya untuk mu, menutupi tubuhmu, agar tetap hangat, memelukmu erat. kamu duduk di tepian pantai menggunakan tikar dn beberapa minuman yang sudah di siapkan oleh jaehyuk sedari tadi, dia membawa mu ketempat yang indah membuat seluruh jiwa mu merasa hilang tanpa beban. jaehyuk menatapmu dalam, penuh cinta kasih untukmu, kamu tersenyum membalas tatapannya. "Kamu masih ingat terakhir kali kita kepantai bersama, y/n?" kamu berpikir beberapa saat dan mengangguk. "aku ingat. Terakhir kali kita ke pantai saat besok harinya kamu keluar kota." jaehyuk tersenyum menatap langit yang mulai menggelap, angin yang berhembus pelan, menarik napas panjang. "aku merindukan momen itu sekarang y/n,maka dari itu aku mengajakmu kesini. Tak ada yang bisa menggantikan kecantikanmu saat di dekat pantai." ucapnya dengan mata terpejam menikmati. "rambutmu terurai panjang, terangkat karena angin, begitu indah jika ku pandang. sama seperti sekarang, rambutmu terurai dan dengan wajah yang begitu cantik di setiap saat, aku jatuh cinta sedari dulu." lanjutnya kini dia menoleh kearahmu, tersenyum manis, mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah, dan tak lama beberapa orang datang dengan buket' cantik di tangannya, memberikannya kepadamu. kamu sentak bingung, menerima segala buket cantik dari mereka, alunan musik ber-genre romantis di alunkan di dekat pantai, mereka menatapmu dengan tatapan keberuntungan. matamu menyapu setiap orang yang ada disana, wajahmu merah padam tak bisa menahan detak jantung yang begitu cepat tak beraturan. jaehyuk berdiri, mengulurkan tangannya untuk mu, membantumu bangun, dan dia berlutut, membuka kotak kecil berisi cicin dengan permata di tengahnya. "belum kah aku terlambat untuk menjadikanmu, sebagai kekasihku, seumur hidupku. Jadi..... maukah kamu menikah dengan ku" ucap jaehyuk, kamu menutup mulutmu, matamu berkaca-kaca terharu, wajahmu terasa panas sekali, jadi salah tingkah. kamu mengangguk cepat, dan menerima cincin yang di pakaikan oleh jaehyuk, cantik dan cocok di jari manismu, begitu indah. "jaehyuk.... terimakasih" kamu memeluk jaehyuk erat, melepas kerinduan yang sudah di pendam, dan rasa cinta yang kamu sembunyikan sedari kecil, berharap jaehyuk akan menjadi milikmu, dan sekarang terwujud. "aku mencintaimu jaehyuk, selamanya." -END #jaehyuk #yoonjaehyuk #treasure #pov #fyp
bagian 2 | Keluarga mu dan keluarga jaehyuk berjanjian untuk bertemu esok harinya untuk membicarakan persetujuan dari pihak keluarga mu, dan dirimu. kamu cukup gugup dengan berita yang di beritahukan dari calon suamimu sendiri yaitu jaehyuk, dia bilang untuk tidak menolak perjodohan itu. Ah... orang mana yang akn menolak seorang Yoon Jaehyuk untuk menjadi suaminya. ketampanannya, kehangatan, perhatian, kelembutan, dan juga harta yang melimpah di usia nya yang cukup muda, siapa yang tidak mau, siapa yang ingin menolak modelan kaya gini?! ---- besoknya keluarga mu dan keluarga jaehyuk bertemu di restoran, saling berkumpul dan berbincang-bincang, sesekali kamu menanggapi orang tua jaehyuk, kamu benar' menjadi pemalu, tapi ibu dan ayah jaehyuk, mengetahui bahwa disisi lain kamu adalah wanita yang begitu lembut dan ramah. "tak perlu sungkan sayang, makanlah." ucap ibu jaehyuk, dia begitu tulus padamu, sedari dulu dia menganggap mu seperti anaknya sendiri, rasa sayang nya juga sangat besar padamu, hingga mereka begitu percaya kepadamu. "haha terimakasih bu, aku sudah makan banyak" kamu menjawab dengan senyuman, dan gurauan sedikit, sambil menyendok makanan yang ada di atas meja. "bagaimana dengan perjodohan ini sayang?, apakah kamu setuju? Ibu harap kamu menerima jaehyuk, dia adalah anak ibu yang paling bertanggung jawab atas segalanya. Ibu yakin kamu akan bahagia dengan dia." Ucap ibu jaehyuk, kamu tersenyum dan mengangguk, meraih tangannya, meyakinkan bahwa kamu juga percaya pada jaehyuk "aku yakin juga bu, sungguh. Aku tau jaehyuk adalah laki' terbaik, aku percaya padanya dan keluarga ku juga. Aku menerima perjodohan ini." jawabanmu dengan suara begitu lembut menyentuh hati seluruh keluarga mu dan jaehyuk mereka memandangmu dengan penuh rasa syukur atas keputusan mu. "syukurlah sayang, terimakasih" jawab ibu jaehyuk kamu mengangguk' dan lanjut menyantap makanan yang terhenti tadi. ---- saat pertemuan keluarga selesai, kamu dan jaehyuk pergi bersama, berdua. entah kemana jaehyuk membawa mu, kamu hanya mengikuti nya. Di setiap perjalanan tangannya tak lepas dari tanganmu, menggenggam erat agar tak lepas. kamu menoleh, tatapan penuh kagum kini muncul kembali setelah sekian lama hilang dari pandangan, senyuman terukir di sudut bibirmu, membuat jaehyuk juga menoleh ke arahmu. "Aku tak percaya bahwa kamu akan menjadi suami ku, Jaehyuk." gumam mu jaehyuk menatapmu lalu kembali focus ke depan, mengusap lembut pucuk rambutmu, sesekali melirik, dan tersenyum manis, menghangat kan. "saya cinta kamu sedari dulu y/n. Tapi.... kamu cukup muda untuk saya miliki. Jadi saya menunggu waktu yang tepat, hingga kamu dewasa, dan bisa semandiri ini." kamu mengerutkan kening, merasa heran dengan alasan jaehyuk. "kita cuma beda 2 tahun jaehyuk" jawabmu kesal. Jaehyuk terkekeh kecil, menoleh ke arahmu mengusap lembut pipimu. "tetap saja, saya harus bisa berpikir matang untuk hubungan antara kamu dan aku." #jaehyuk #yoonjaehyuk #treasure #pov #fyp
kamu adalah anak sulung, kamu cantik, manis, dan lembut. Mata mu berwarna coklat, terlihat sangat sempurna, senyuman manis membuat siapa saja yang melihatmu, terpesona. saat kamu sedang focus memperkembangkan perusahaan yang di berikan ayahmu, cukup besar namun kamu bisa menghandle semuanya sendiri. ketika kamu pulang kerumah selepas kerja, kamu di kejutkan dengan sosok pria tampan, berbadan tegap dan tinggi. Kamu tau itu siapa, dia adalah Yoon Jaehyuk. dia putra tunggal kaya raya dari rekan ayahmu, yang sedari kecil, sudah kamu temui, dan sempat kamu sukai, karna sikapnya yang begitu perhatian, dan hangat. Namun semakin dewasa jaehyuk, semakin dingin, entah karna apa, tapi sangat berbanding jauh saat pertemuan masa kecilnya. "ayah aku pul—" matamu langsung tertuju pada jaehyuk, yang menatapmu dingin, kamu hanya tersenyum, lalu masuk, langkahmu di cegah begitu saja oleh jaehyuk. "apakah sopan membiarkan tamu seperti ku di tinggalkan oleh mu, nona kim." ucap jaehyuk suaranya cukup berat, kamu menoleh penuh kebingungan, terlihat jelas senyuman tipis di bibir jaehyuk, bikin kamu kikuk. "jaehyuk kesini nyariin kamu y/n, duduklah disini. " ucap ayahmu pelan, lalu bangkit dan meninggalkan mu berdua dengan jaehyuk. kamu duduk perlahan, rasanya canggung sekali, jantungmu juga berdetak kencang, padahal di hadapanmu adalah teman yang sudah lama sekali kamu kenal, tapi tetap saja dia membuat jantungmu tak karuan. jaehyuk menatapmu tajam, dan dia memperbaiki posisi duduknya, membereskan jas hitamny dengan gagah "akhirnya kita ketemu lagi y/n" suara berat jaehyuk memecahkan keheningan kamu mengangguk' dan tersenyum, keringat membasahi pelipis mu, kamu benar' merasa kaku "i-iya jae..." "saya ga bakal banyak bicara y/n, tapi kedua orang tua kita, akan menjodohkan mu dengan ku. Aku harap kamu tak menolaknya." ucapan jaehyuk membuatmu terpaku, matamu membelalak setiap sudut ruangan, rasanya menjadi semakin canggung karna perkataan jaehyuk. jaehyuk menatapmu dalam, dan memberikan kartu identitasnya, tersenyum tipis. "tapi jaehyuk, kita kan bar—" "baru bertemu lagi?, kita sudah bertemu dari kecil y/n, tak perlu malu dan sungkan. saya sanggup memberikan segalanya untuk kamu." jaehyuk memotong ucapanmu, dengan jawaban yang membuat mu malu, wajahmu merah padam, rasanya panas, tak karuan. "saya pulang dulu y/n, kartu itu ada nomor telepon saya yang baru, hanya kamu dan keluarga kita yang tau nomor itu." kamu hanya mengangguk paham. "kamu ga berubah rupanya, selalu menjadi pemalu di hadapan saya. saya pergi dulu, calon istriku" #yoonjaehyuk #jaehyuk #treasure #pov #fyp
dia kalau up selalu gemas!!! #jaehyuk #treasure
#jaehyuk #treasure #fyp #윤재혁 #yoonjaehyuk
IF NOT ME, YOU DIE - END kata cinta selalu ada di setiap titik hubungan, namun tak semua itu terasa manis, cinta javier seperti itu, bertahun' dengan rasa terjerat, terkekang, kamu selalu berharap javier berubah, dan memperbaiki emosional nya, dan mengatur rasa obsesi nya, meski tak mudah, aku harap dia bisa. malam itu, javier datang ke apartemen mu dengan pakaian basah oleh keringat, matanya berkaca-kaca, entah apa yang terjadi padanya, tapi terbalut di wajahnya dengan rasa bersalah, dan rasa takut yang menghantui nya. "aku minta maaf, ku benar' minta maaf.... tolong jangan pergi dariku." suaranya lirih, isakan kecil javier terdengar, ia berlutut dan memeluk kakimu. kamu reflek duduk, mengusap kepala javier penuh kasih, memeluknya rasanya begitu hangat melihat laki-laki yang terbiasa dengan kekerasan, kini berbicara dengan kelembutan. "kenapa javier?, aku disini..." tanyamu, tangan mu mengusap lembut kepalanya, berharap dia berhenti menangis dan berbicara. "a-aku bermimpi kamu akan meninggalkan ku, dengan perlakuanku ana. Sungguh aku tak sanggup jika kamu pergi, hidupku akan hancur." jawabnya, pelukannya kini semakin erat, memelukmu penuh isakan, dan penderita. "aku sungguh mencintaimu ana, aku hanya takut kehilanganmu" lanjutnya menusuk hatimu, rasanya hangat, kamu tak pernah mendengar jawaban menenangkan itu. "aku juga mencintaimu javier, aku akan disini, selalu. Rubah sikapmu, dan setelah itu aku benar' akan bersamamu, selamanya." jelasmu, javier menatapmu sendu, dia mengangguk. "aku akan berubah ana" jawab javier memelukmu erat. tanpa aliana tau, dia sedang memanipulasi dirinya, ana begitu bodoh hingga tak tau, bahwa obsesi tak akan pernah hilang begitu saja, senyum miring terukir di sudut bibir javier, tersenyum di belakang tubuhmu penuh kepuasan. kemenangan menguasai javier, ia menjeratmu semakin erat, hingga akhirnya kamu tak akan pernah lepas darinya. FLASHBACK ON javier pergi ke apartemen mu, tanpa sepengetahuan mu sendiri, saat dia ingin mengetuk pintu kamar mu, javier mendengar bahwa kamu akan pergi meninggalkan javier, dengan cara mengakhiri hubungannya dan menjalani hubungan dengan pria lain. mata javier langsung menatap tajam pintu kamar aliana, amarahnya hampir tak terkendali, dia berpikir jika dia marah, itu akan memperburuk keadaan. javier menyusun rencana nya sendiri, untuk bersikap manis, dan memohon kepada mu, berlutut dan menangis dengan isakan menyedihkan, berjanji untuk berubah, agar kamu tak pergi dan menghapus rencana nya itu. javier tau, kamu adalah wanita yang mudah luluh dengan kata' romantis, dan mata yang mengeluarkan airmata entah itu palsu ataupun asli, itu tetap berarti untuk aliana, hingga sangat mudah untuk javier kelabuhi. dan akhirnya saatnya tiba, dimana dia pergi membasahi pelipis dan bajunya dengan air agar terlihat berkeringat, dan meneteskan obat mata untuk terlihat menangis, rasanya sangat menjijikan, dia harus berpura" seperti itu, tapi apapun untuk kau tak pergi, dia akan akan berbuat licik. FLASHBACK OFF javier bangkit dari duduknya, aliana menuntunnya masuk, dan menyuruh javer duduk, sedangkan ana mengambil kopi hangat. melihat ana percaya dengan acting nya, javier tersenyum puas, dengan kemenangan. "kepolosan mu membuatku semakin tak ingin melepaskan mu ana, sungguh kamu adalah benda berharga yang harus ku jaga, dan ku genggam erat." dan sampai itu, kamu menjalani hubungan dengan penuh kebohongan dari javier. #jaehyuk #treasure #pov #obbsessed #fyp
IF NOT ME, YOU DIE - 3 apa itu cinta?, kamu - (aliana) bertanya banyak dengan kata cinta tulus, cinta yng datang dari lubuk hati terdalam, bukan dari obsesi gila, yang menjerat. kamu berjalan di setiap sudut jalan, sendirian setelah masalah kemarin, javier menghancurkan hatimu dengan hal yang menyakit kan, menusuk hatimu, hancurkan rasa cintamu padanya. kamu selalu di tuduh menggoda semua pria yang ada di dekatmu, sengaja maupun tidak sengaja, semua terasa menjijikan dimata javier. ---- jalan yang begitu sepi, kamu berjalan sendirian, memeluk tubuh yang kedinginan karna angin yang berhembus tenang. Suara rimbunan pepohonan saling beradu, membuat suasana menjadi menenangkan. "Aku ingin seperti ini setiap saat, tanpa gangguan, makian setiap harinya." gumamu sungguh hatimu begitu ingin ketenangan yang cukup lama, mengistirahatkan tubuh, hati, pikiran, semuanya dari kegilaan javier. Tapi itu mustahil, setiap langkah mu, pasti terlihat olehnya. javier datang, memelukmu dari belakang, memberikan getaran dalam jiwa, menangis tanpa suara, dan isakan kecil dari javier. "Maaf.... aku kasar sayang. Aku tidak bermaksud, tolong pulang.... aku butuh pelukan." suara lirih bercampur isakan menyedihkan dari javier membuatmu menoleh kebelakang dan menatap wajah laki' itu, hatimu goyah, rapuh melihat laki' yang begitu membuatmu terkunci, kini menangis tersedu-sedu memohon untuk kamu tak meninggalkan nya sendirian. kamu meraih wajahnya, mengusap lembut pipi yang basah oleh airmata, memeluk pelan tubuh kekarnya, mengusap lembut pucuk rambutnya, membuat kenyamanan di dalam pelukan itu. Javier memelukmu lebih erat, lebih mencengram dan lebuh berkuasa atas tubuhmu. "ayo pulang.. javier. berhenti menangis." ucapmu. suara lembut dan penuh kasih sayang terlintas di setiap titik suaranya, javier hanya menatap sendu wajahmu, mengusap pipinya lembut, menjalar ke tengkuk dan mendorong perlahan' agar wajahmu dan wajahnya mendekat. tak lama, bibirmu dan bibir javier bercampur di keheningan malam, suasana menenangkan, tapi juga menegangkan untukmu, dia menciu.mmu pelan namun penuh kuasa dan tekanan. napas mu memburu hingga akhirnya selesai, matamu penuh dengan kebingungan menggambarkan bahwa kenapa javier berhenti? javier tersenyum tipis, matanya menyapu sudut wajahmu, tangannya kini menggenggam tanganmu, menarikmu untuk pergi dari sana, menuju rumah. ---- rumah kini terlihat begitu sepi, javier kini masuk dan berbisik padamu. "Aku benar' minta maaf aliana. Tapi... aku tak akan maafkan pria yang mendekati mu, siapapun itu." itu membuatmu merinding setengah mati, kamu hanya mengangguk paham, memahami apapun perkataan yang keluar darinya, tak di bantah, tak di timbal balik, hanya diam dan menurut. malam yang indah di rumah, menjadi suasana yang tenang dan nyaman, pelukan hangat dari javier di belakang tubuhmu, napasnya menyentuh kulit lehermu, membuatmu berdecak pelan "ck, bisa kamu agak mundur javier." javier hanya diam, tak menghiraukannya, dia tetap memeluk erat "kamu kenapa begitu aneh javier?, seringkali kamu terlihat manis, dan juga terlihat begitu menyakitkan." tanyamu. "karna kamu milikku aliana, tidak ada alasan untukku, untuk tidak melarangmu kemanapun, karna aku akan hilang kewarasan jika kamu pergi dari ku. Aku tak ingin milliku di ambil orang lain." jelasnya, membuat jantungmu berdebar kencang. "jikapun orang lain bisa, Aku lebih baik m3mbunuhmu, dan kita m4ti bersama, Aliana....." lanjutnya. #jaehyuk #treasure #pov #fyp #obbsessed
IF NOT ME, YOU DIE. - 2 malam itu, aliana dan javier akan pergi keluar, entah kemana, aliana hanya mengikuti javier, dan tak pernah menolak, apapun yang Javier perintah, Aliana pasti menurut, itu lah kebodohan yang aliana punya, selalu percaya kepada laki' itu. saat itu aliana menggunakan dress yang agak pendek sesuai permintaan javier, benar, permintaan javier. Jika aliana pergi dengannya, ia memakai pakaian sesuai keinginannya, mau itu pendek, ataupun panjang. aliana lagi' selalu menurut, tak pernah berontak, meski ia tak nyaman dengan itu. ----- aliana pergi menggunakan mobil javier, sepanjang jalan tangan javier tak lepas dari p4hanya, tangannya memijat pelan namun kuat, itu membuat aliana tak nyaman, hingga ia berani menegur javier, "bisa kamu lepaskan ini javier?, ini membuatku tak nyaman" ucap aliana, namun javier acuh dengan ucapan ana,dia hanya mengurangi tekanannya saja. "kita mau kemana?" tanyamu, javier berdecak pelan lalu menatapmu datar "berhenti bertanya, cukup diam." jawabnya tegas, aliana hanya menunduk, dan diam sepanjang perjalanan, sungguh hatimu tak karuan, karna rasanya dia akan membawamu jauh dari rumah kota. ____ akhirnya kalian sampai di sebuah club malam yang di penuhi dengan wanita dan pria tampan, club ini bukan lah club biasa, isinya adalah orang' pembisnis yang meluangkan waktunya kesini, dan javier... ikut serta. saat kalian masuk kedalam, semua orang' menyapa, suara saling bertabrakan membuatmu pusing sendiri. Hingga ada satu laki' yang menghampiri kalian. "pertama kalinya aku melihat mu membawa wanita kesini, javier." ucapnya, ia menepuk pundak javier, dan tersenyum kearahmu, itu membuat javier naik darah, matanya menatap tajam, rahangnya mengeras. "alihkan pandanganmu darinya, alfan." perintah javier, membuat alfan mengangguk dan tersenyum miring, "baiklah." javier langsung menggenggam tangan aliana, memaksa aliana untuk tak pergi dari dekatnya, mata aliana membelalak setiap sudut pesta itu, banyak wanita yang berjoget' riang, dan pria' yang minum'an disana, itu membuatmu cukup gelisah. "diam disini, duduk dengan tenang, aku ada urusan aliana." ucap javier, kamu mengangguk paham, dan duduk di kursi paling belakang. tak lama ada dua orang laki' menghampiri mu, mereka berjas hitam berantakan, dan secangkir bir di tangannya, mereka duduk di sebelah kiri dan kanan aliana, aliana sontak terkejut, berusaha menghindar namun mereka menghalang mu dengar cangkir di tangannya, satu tangan laki' itu hampir ingin menyentuh wajah aliana, tapi... BUGG... pukulan javier meluncur di pipi laki' itu, matanya memerah, napasnya memburu, dia langsung menarik pinggangmu paksa, dan membawa mu pergi dari sana, aliana bergetar takut, jantungnya terasa berhenti sesaat, badanya sungguh lemas, aliana tak bisa berbicara apapun. "Bisakah kamu berhenti menggoda pria lain aliana!" bentaknya, kamu menatap javier tak percaya dengan ucapannya, "apa maksudmu!, aku? menggoda mereka?!" jawab aliana membela dirinya, nadanya ikut naik. javier memijat dahinya frustasi, napasnya memburu, matanya penuh amarah, javier meraih dagu aliana, pelan tapi kuat. "jangan membuatku hilang kendali. Tak ada yang bisa menyentuhmu selain aku." #jaehyuk #treasure #pov #fyp #obbsessed
- Je compte uniquement les vidéos ≥ 60 secondes (tu m’as dit que <60s = pas pris en compte).
- Calcul sur les 30 derniers jours (dans la limite des 35 dernières vidéos qu’on a dans le JSON).
- RPM estimé : 1.03€/1k vues (range 0.72–1.34) basé sur ER + save rate + durée moyenne.
- Résultat: 0€ sur 30j (range 0€–0€), pour 0 vues éligibles et 0 vidéos ≥60s.
- Emoji + note /10 = performance globale de la vidéo (views + ER + saves).
- ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues.
- Badges “Au-dessus / En dessous” = comparaison directe à la moyenne de TON compte.
Clipping is the fastest way to repurpose content: one long video becomes multiple short viral formats. Example: 1 YouTube video -> 10 Shorts/TikToks.
- 1 long video -> multiple Shorts/TikToks
- Auto subtitles synced to every clip
- Vertical exports optimized for watch time