Avatar TikTok de Cerita Ayay

Cerita Ayay

@ay__xy
📊 TikTok Analytics Vexub 📉 -19.8% sur 14 vidéos 📅 2.3j / post

Baca cerita lengkap di kbm Penulis : nusaybah

👥 Followers
1.37K
Taille du compte
👁 Avg views
555
Moyenne sur 15 vidéos
💬 ER global
1.1%
Likes + com + partages / vues
📌 Save rate
0.17%
Sauvegardes / vues
🔎 Détails (profil + refresh) ouvrir
⏱ Refresh : 04/02/2026 10:59 ❤️ Likes profil : 238K 🎥 Vidéos profil : 98 ➕ Following : 35 📦 Vidéos analysées : 15 🔥 7 dernières : 3.6K ⬅️ 7 précédentes : 4.48K
ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues • Revenu estimé basé sur les vidéos ≥ 60s des 30 derniers jours.
🎥 Dernières vidéos
Miniature vidéo TikTok
📆 04/02/2026 ⏱ 10s 🚫 <60s
🏅 #15 / 15
😐
Score vidéo 5.3/10

Aku meletakkan ponselku begitu saja di ranjang. Aku yakin Felix tidak akan berani datang. Lebih baik dia pergi ke kos Nia daripada ke tempat tinggalku. Aku kembali menonton drama yang sempat terhenti. Saking fokusnya aku terkejut dengan getaran ponsel yang tidak berhenti-henti. "Apaan?" ujarku kesal setelah mengangkat panggilan suara itu. "Aku ada di depan apartemen," jawab Felix dengan santai. "Jangan gila!" Mataku langsung melotot. "Lihat aja foto yang aku kirim." Aku langsung masuk ke chatroom Felix. Ternyata benar, Felix ada di depan apartemennya. Sungguh gila! Aku bahkan tidak menyangka Felix seberani ini. Aku tidak bisa diam saja. Aku buru-buru memakai hoodie dan jilbab instan. Sebelumnya aku menyuruh Felix untuk tidak mengakses Door Entry System. Bisa-bisanya Mas Wisnu tahu jika ada laki-laki yang mendatangi adiknya dengan berani. Aku mencegah hal itu terjadi. Aku terlalu terburu-buru. Tidak peduli dengan penampilan sendiri asal memakai hijab. Aku membuka pintu kamar. Seluruh mata teman-teman Mas Wisnu tertuju padaku. Aku buru-buru menunduk dan menuju ke pintu depan. "Kamu mau kemana?" tanya Mas Wisnu. "Beli cemilan," jawabku beralasan. "Di kulkas bukannya masih ada?" Mas Wisnu tampak curiga padaku. "Aku mau beli coklat, Mas." Jantungku sudah berdetak dengan cepat. Takut tidak diberi izin. "Jangan lama-lama. Habis beli langsung pulang." "Iya." Aku langsung keluar dari apartemen. Lega sekali rasanya. Aku keluar dari pintu utama. Disana sudah ada mobil Felix terparkir. Melihat aku datang sambil berlari, Felix langsung keluar. "Kamu gila ya?" ujarku penuh dengan hawa kemarahan. Felix menyengir. "Aku bakal minta izin," katanya. "Jangan gila dah. Aku nggak mau pergi," jelasku dengan penuh penekanan. "Masa kamu tega biarin aku pergi sendiri? Aku bayar deh. Mau berapa?" "Jangan buat aku emosi ya! Pulang sana!" usirku. "Galak amat neng." Aku berusaha menyuruh Felix untuk segera pulang. Bahkan aku menendang tulang keringnya biar tahu rasa. Aku sedikit kedinginan, angin malam menusuk sampai ke tulang, jadi aku memutuskan untuk segera kembali ke apartemen. Tapi baru saja hendak melangkah ke pintu utama, mataku langsung menangkap sosok yang tidak asing berdiri di area mer*k*k. Jadi aku ke pintu utama melewati area khusus mer*k*k. Si tukang ngadu. Pria itu tampak santai, bersandar di dinding dengan sebatang r*k*k di tangan, seolah dia sedang syuting iklan rokok versi dokter yang gagal sadar profesi. Aku menatapnya tajam, tatapan yang mudah-mudahan bisa membuat r*k*knya padam sendiri. "Kenapa?" tanyanya datar, dengan nada seenaknya. Aku melipat tangan di dada dan tersenyum sinis. "Dokter kok mer*k*k," sindirku, dengan nada seangkuh mungkin. Dia langsung mematikan r*k*knya, tapi bukan karena sadar diri, lebih karena ingin membalas. "Pacar kamu banyak juga, ya." Aku mengerjap, menatapnya tak percaya. "Terus kenapa?" tantangku. Dia mengangkat alis. "Gimana kalau Wisnu tahu?" Aku mengepalkan tangan. Oh, dia benar-benar pengadu bersertifikat! "Dasar tukang ngadu," kataku kesal. "Cowok kok hobinya ngadu," tambahku dengan nada sinis. Dia malah menjawab santai, "Kalau untuk demi kebaikan apa salahnya?" Aku mendengus. "Baik dari Hongkong, kali! Kalau beneran baik, nggak bikin hidup orang lain berantakan!" Dia menatapku datar, khas ekspresi dokter yang sudah lelah dengan pasien keras kepala. "Kamu itu jangan buat ulah terus. Kuliah aja yang benar." "Nggak usah ngurusin hidup orang lain, deh. Urus hidup sendiri sana!" balasku, nyaris berteriak. Dia menggeleng pelan sambil menghela napas, seperti orang yang habis gagal menghadapi pasien bandel. "Kasihan Wisnu punya adik seperti kamu." Dan disitulah titik sabarku resmi habis. Aku mendekat dengan langkah cepat, lalu... Plak! Aku menginjak kakinya sekeras yang aku bisa. "Kamu yang kasihan, bukan Mas Wisnu. Dasar dokter gila!" teriakku. Lalu tanpa menunggu reaksi, aku langsung kabur masuk ke dalam gedung apartemen. Baca di kbm app Judul : terjerat pesona pria matang Author : nusaybah #contentinsightcreator #kbm #viral #fyp #story

ID 7602893587927403797
😐
Note 5.3/10
👁 41 vues
ER
7.32%
Global : 1.1%
Save rate
0%
Global : 0.17%
Revenu est. (Ads)
0€
Non comptée : vidéo < 60s
🏆 Rang vues : #15 (top 0%) Ouvrir sur TikTok ↗
Miniature vidéo TikTok
📆 02/02/2026 🚫 <60s
🏅 #11 / 15
🙂
Score vidéo 6.2/10

"Mau menikah sama saya?" Pertanyaan itu menghantam seperti petir di siang bolong. Aku yang sedang sibuk memainkan sedotan di gelas langsung terpaku, hampir tersedak udara sendiri. "Ha?" Aku menatapnya dengan sorot mata yang mengandung keterkejutan mendalam. Aku juga memastikan telingaku tidak salah dengar. "Mau menikah dengan saya?" ulangnya lagi, nada bicaranya tenang, tapi justru itulah yang membuat aku semakin kesal dan malu secara bersamaan. Aku memaksakan diri tersenyum kaku. “Maaf, Anda siapa ya?” tanyaku gugup sambil buru-buru menutupi wajahku dengan telapak tangan. Kalau bisa, aku ingin menghilang dari muka bumi saat itu juga. "Tidak usah pura-pura tidak mengenal saya," ucapnya pelan, tapi suaranya cukup dalam untuk membuat tengkukku meremang. Aku menurunkan sedikit tanganku, menatapnya cepat-cepat. “Saya emang nggak kenal,” kataku, lalu segera meraih tas di kursi kosong sebelahku. Dalam pikiranku, hanya ada satu misi: kabur sebelum makin malu. “Coba lihat wajah saya dengan benar. Apa kamu memang tidak mengenalnya?” ujarnya lagi dengan nada yang entah kenapa terdengar menantang. Aku memaksa diri tertawa kecil, meski jelas sekali suaranya garing luar biasa. “Maaf, saya tidak kenal,” sahutku cepat, berusaha tetap sopan. Begitu aku berdiri dan hendak melangkah pergi, tiba-tiba aku merasa tas yang kugenggam tidak bisa digerakkan. “Lepas!” seruku tanpa menoleh. Aku menarik lebih keras, tapi tetap saja tidak bisa. "Lepas, Dokter!" kataku kesal. Aku sudah cukup malu, tapi kenapa dia malah menahan-nahan? “Saya tidak menahan kamu,” balasnya datar. Aku mendengus kesal. “Jangan bercanda, Dokter Adnan! Kalau bukan dokter, siapa lagi yang nahan?” Aku menarik tas itu lebih kuat, tapi tetap tak bergerak. Dalam kepala, aku bahkan bisa mendengar backsound lagu India dengan slow motion dramatis. “Tadi katanya kamu tidak kenal saya. Tapi kenapa kamu tahu nama saya?” Tubuku langsung membeku. “Saya memang tidak kenal, makanya jangan menahan saya,” sahutku cepat, berusaha menyelamatkan harga diri yang sudah hancur. “Saya tidak menahan kamu, Vanila.” Mataku membulat. “Kalau dokter tidak menahan saya, terus siapa?” “Coba kamu lihat sendiri.” Dengan rasa tidak enak yang luar biasa, aku menoleh. Dan saat melihat ke arah belakang, dunia rasanya berhenti sesaat. Tasku… tersangkut di ujung kursi. Aku langsung ingin menelan udara sebanyak mungkin biar bisa lenyap dari tempat itu. Wajahku panas bukan main. Rasanya seluruh penghuni kafe tahu kebodohanku barusan. Sementara itu, dokter Adnan malah menatapku dengan ekspresi biasa. Datar plus kaku. Hal ini membuatku lebih kesal lagi. Kalau mau tertawa ya tertawa saja. Aku menunduk dalam-dalam. Kenapa sih aku harus terlihat memalukan banget setiap kali berhadapan dengan dia? "Ayo bicara serius dengan saya," katanya. "Saya tidak mau!" Aku menolak dengan tegas. Baca novel lengkap di kbm Judul : Terjerat Pesona Pria Matang Author : nusaybah #contentinsightcreator #viral #fyp #hijabstyle

ID 7602204229817748757
🙂
Note 6.2/10
👁 589 vues
ER
0.68%
Global : 1.1%
Save rate
0.17%
Global : 0.17%
Revenu est. (Ads)
0€
Non comptée : vidéo < 60s
🏆 Rang vues : #11 (top 28.6%) Ouvrir sur TikTok ↗
Miniature vidéo TikTok
📆 02/02/2026 🚫 <60s
🏅 #12 / 15
😐
Score vidéo 5.9/10

Aku sedikit kedinginan, angin malam menusuk sampai ke tulang, jadi aku memutuskan untuk segera kembali ke apartemen. Tapi baru saja hendak melangkah ke pintu utama, mataku langsung menangkap sosok yang tidak asing berdiri di area merok*k. Jadi aku ke pintu utama melewati area khusus merok*k. Si tukang ngadu. Pria itu tampak santai, bersandar di dinding dengan sebatang rokok di tangan, seolah dia sedang syuting iklan rokok versi dokter yang gagal sadar profesi. Aku menatapnya tajam, tatapan yang mudah-mudahan bisa membuat rok*knya padam sendiri. "Kenapa?" tanyanya datar, dengan nada seenaknya. Aku melipat tangan di dada dan tersenyum sinis. "Dokter kok merok*k," sindirku, dengan nada seangkuh mungkin. Dia langsung mematikan rok*knya, tapi bukan karena sadar diri, lebih karena ingin membalas. "Pacar kamu banyak juga, ya." Aku mengerjap, menatapnya tak percaya. "Terus kenapa?" tantangku. Dia mengangkat alis. "Gimana kalau Wisnu tahu?" Aku mengepalkan tangan. Oh, dia benar-benar pengadu bersertifikat! "Dasar tukang ngadu," kataku kesal. "Cowok kok hobinya ngadu," tambahku dengan nada sinis. Dia malah menjawab santai, "Kalau untuk demi kebaikan apa salahnya?" Aku mendengus. "Baik dari Hongkong, kali! Kalau beneran baik, nggak bikin hidup orang lain berantakan!" Dia menatapku datar, khas ekspresi dokter yang sudah lelah dengan pasien keras kepala. "Kamu itu jangan buat ulah terus. Kuliah aja yang benar." "Nggak usah ngurusin hidup orang lain, deh. Urus hidup sendiri sana!" balasku, nyaris berteriak. Dia menggeleng pelan sambil menghela napas, seperti orang yang habis gagal menghadapi pasien bandel. "Kasihan Wisnu punya adik seperti kamu." Dan disitulah titik sabarku resmi habis. Aku mendekat dengan langkah cepat, lalu... Plak! Aku menginjak kakinya sekeras yang aku bisa. "Kamu yang kasihan, bukan Mas Wisnu. Dasar dokter gila!" teriakku. Lalu tanpa menunggu reaksi, aku langsung kabur masuk ke dalam gedung apartemen. Jantungku berdetak cepat, tapi bukan karena jatuh cinta. Oh, tolong ya, jangan salah paham. Aku lebih baik jomblo seumur hidup daripada jatuh cinta pada pria seperti dia. Amit-amit. Punya suami dengan wajah datar kayak kanebo kering itu bahkan nggak masuk daftar mimpi terburukku. Detak jantungku kencang karena takut kalau si tukang ngadu itu membalas dendam. atau lebih parah, menulis laporan "cedera ringan akibat adik sahabat sendiri" di rekam medis rumah sakit. Jadi, satu-satunya misi penting ku malam ini adalah menyelamatkan diri sebelum dokter gila itu mengejarku. Baca di kbm app SUDAH LENGKAP Judul : terjerat pesona pria matang Author : nusaybah #contentinsightcreator #kbmapp #storytelling #viral #fyppppppppppppppppppppppp

ID 7602117286220057876
😐
Note 5.9/10
👁 566 vues
ER
0.35%
Global : 1.1%
Save rate
0.18%
Global : 0.17%
Revenu est. (Ads)
0€
Non comptée : vidéo < 60s
🏆 Rang vues : #12 (top 21.4%) Ouvrir sur TikTok ↗
Miniature vidéo TikTok
📆 01/02/2026 🚫 <60s
🏅 #1 / 15
🙂
Score vidéo 6/10

Si dokter menggeleng. "Bukan begitu, tapi saya lihat dia ketemu laki-laki di bawah, terus saya bilang, 'Pacar kamu banyak ya?' Nah adik kamu marah dan injak kaki saya," jawab Adnan tenang, seperti melaporkan kondisi pasien. Aku menutup mata, rencana menutup-nutupi ini berujung pada pembicaraan publik, tepat seperti drama yang kutakuti. "Vanila!" ujar Mas Wisnu tegas. "Kamu punya pacar?" Jantungku langsung melonjak. Sebelum dimarahi habis-habisan, apalagi di depan teman-temannya, aku ambil opsi paling aman yaitu kabur. "Bukan pacar, cuma teman," kataku lalu berlari masuk ke kamar, mengunci pintu secepat kilat. Dari balik pintu aku masih menguping. Suara mereka terus terdengar samar. "Mas belum selesai bicara," panggil Mas Wisnu, tapi aku tetap diam, memukul-mukul angin dalam frustasi, membayangkan ingin menonjok kepala si dokter tukang ngadu itu. Lalu kudengar Mas Wisnu minta maaf. "Maafin adik gue. Gue bakal bayar biaya pengobatan kaki lo," ujarnya ramah. Adnan malah santai, "Saya dokter, jadi tidak masalah." Nada yang menenangkan tapi bikin geregetan. "Tapi lo bilang besok malam ada operasi. Gimana berdiri kalau kaki lo sakit?" tanya Mas Wisnu mengandung kekhawatiran. "Tidak apa-apa," jawab Adnan seperti biasa yaitu terlalu formal. Aku tidak tahan ketika Mas Wisnu nyeletuk, "Gue mewakilkan Vanila untuk minta maaf. Adik gue masih kecil, jadi tingkahnya memang diluar nalar." Langsung saja aku melontarkan dari balik pintu, "Aku bukan anak kecil, teman Mas aja yang cari masalah." "Diam, Vanila!" Mas Wisnu balas singkat, dan aku terpaku. "Jangan cari masalah lagi," kata Mas Wisnu lagi. Aku langsung naik ke atas ranjang. Sejak bertemu dengan si dokter tukang ngadu itu, hidup Vanila benar-benar kacau. Semoga kedepannya dia tidak bertemu atau berurusan dengan cowok itu lagi. Baca versi lengkap di kbm app Judul : Terjerat Pesona Pria Matang Author : nusaybah #fyp #viral #kbmapp #contentinsightcreator

ID 7601864422621056277
🙂
Note 6/10
👁 687 vues
ER
1.02%
Global : 1.1%
Save rate
0%
Global : 0.17%
Revenu est. (Ads)
0€
Non comptée : vidéo < 60s
🏆 Rang vues : #1 (top 100%) Ouvrir sur TikTok ↗
Miniature vidéo TikTok
📆 31/01/2026 🚫 <60s
🏅 #3 / 15
🙂
Score vidéo 6.9/10

Baca versi lengkap di kbm app Judul : Terjerat Pesona Pria Matang Author : nusaybah #storytelling #kbmapp #fyppppppppppppppppppppppp #viral #fyp

ID 7601508865561103637
🙂
Note 6.9/10
👁 651 vues
ER
1.23%
Global : 1.1%
Save rate
0.15%
Global : 0.17%
Revenu est. (Ads)
0€
Non comptée : vidéo < 60s
🏆 Rang vues : #3 (top 85.7%) Ouvrir sur TikTok ↗
Miniature vidéo TikTok
📆 03/01/2026 ⏱ 22s 🚫 <60s
🏅 #14 / 15
🔥
Score vidéo 8.1/10

Baca versi novel di KBM app Judul : Terjerat Pesona Pria Matang Author : nusaybah #fypシ゚viral #fypシ #fyppppppppppppppppppppppp

ID 7590956539574324488
🔥
Note 8.1/10
👁 246 vues
ER
2.44%
Global : 1.1%
Save rate
0.41%
Global : 0.17%
Revenu est. (Ads)
0€
Non comptée : vidéo < 60s
🏆 Rang vues : #14 (top 7.1%) Ouvrir sur TikTok ↗
📊 Vues par vidéo
Survole un point pour voir la vidéo (# + date + vues exactes).
📈 ER & 📌 Saves
ER = engagement, Save rate = “vidéo à garder”.
💰 Revenu estimé (TikTok Ads)
  • Je compte uniquement les vidéos ≥ 60 secondes (tu m’as dit que <60s = pas pris en compte).
  • Calcul sur les 30 derniers jours (dans la limite des 35 dernières vidéos qu’on a dans le JSON).
  • RPM estimé : 0.44€/1k vues (range 0.31–0.57) basé sur ER + save rate + durée moyenne.
  • Résultat: 0€ sur 30j (range 0€0€), pour 0 vues éligibles et 0 vidéos ≥60s.
Important: c’est une estimation “réaliste” mais ça dépend beaucoup du pays d’audience, du type de contenu, et du niveau de vues qualifiées.
🧠 Lecture ultra simple
  • Emoji + note /10 = performance globale de la vidéo (views + ER + saves).
  • ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues.
  • Badges “Au-dessus / En dessous” = comparaison directe à la moyenne de TON compte.
✨ Boost tes vidéos Vexub IA
Sous-titre tes vidéos automatiquement avec l’IA 🎧

Importe ta vidéo, et Vexub génère une vidéo sous-titrée prête pour TikTok, Reels ou Shorts. Pas de montage, pas de prise de tête.

  • Reconnaissance vocale IA → texte propre
  • Sous-titres syncro automatiquement sur la vidéo
  • Format vertical optimisé pour les vues
Tester le sous-titrage IA ↗
Sous-titrage vidéo IA avec Vexub