Pernah lihat hamster lagi tidur santai, tiba-tiba pup, lalu… pup-nya dimakan lagi? 😬 Tenang, ini bukan editan dan bukan kelainan. Justru ini perilaku normal dan penting buat hamster. Hamster (dan beberapa hewan pengerat lain) melakukan coprophagy, yaitu memakan kembali kotorannya sendiri. Tapi bukan sembarang pup ya. Biasanya yang dimakan adalah kotoran yang lebih lunak, dihasilkan setelah proses pencernaan pertama. Di tahap ini, makanan yang tadinya belum tercerna sempurna akan “diproses ulang” di usus. Kenapa harus dimakan lagi? Karena di dalam pup tersebut masih ada nutrisi penting seperti vitamin B, vitamin K, serat, dan hasil fermentasi bakteri baik di usus. Dengan cara ini, hamster bisa menyerap nutrisi maksimal dari makanan yang mereka makan. Efisien banget, sampai kelihatan kayak nemu “infinite food hack” 😂 Makanya, walaupun kelihatan jorok buat kita, buat hamster ini adalah bagian alami dari sistem pencernaan mereka. Bahkan sering terjadi saat mereka setengah tidur, karena refleks alami tubuhnya. Jadi lain kali lihat hamster doing this, nggak usah panik. Alam memang punya cara unik biar makhluk kecil ini tetap sehat 🐹✨ #FaktaHewan #Hamster #AlamUnik
Bagi Kertas
@bagikertasAkun Resmi Bagi Kertas di TikTok. Hubungi kami, DM atau tap link di bawah ini:
🔗 http://linktr.ee/bagikertas ↗🔎 Détails (profil + refresh) ouvrir
Sebuah momen kehidupan liar yang mengejutkan terekam kamera dan viral karena memperlihatkan betapa kerasnya hukum alam bekerja. Kejadian ini terjadi di Laguna de las Ilusiones, Tabasco, Meksiko, sebuah laguna air tawar yang memang menjadi habitat alami berbagai satwa liar. 🌿🌊 Dalam video tersebut, terlihat seekor ular air yang baru saja menangkap seekor burung air (diduga kuntul atau bangau kecil) di tepi laguna. Namun, sebelum ular sempat menelan mangsanya, seekor buaya muncul tiba-tiba dari dalam air. Dengan serangan cepat khas predator puncak, buaya itu langsung menyerang dan menelan ular beserta burungnya hanya dalam hitungan detik. 🐊🐍🐦 Secara ilmiah, kejadian ini sangat mungkin terjadi. Buaya merupakan predator oportunistik yang akan memangsa apa pun yang bisa ditangkap, termasuk ular dan burung. Ular air sendiri sering berburu burung di area dangkal, sehingga pertemuan tiga predator ini bukan rekayasa, melainkan contoh nyata rantai makanan di alam liar. 🌀 Sedikit Refleksi Alam tidak mengenal belas kasihan, hanya keseimbangan. Apa yang terlihat brutal bagi manusia, justru adalah cara alam menjaga populasi dan siklus kehidupan. Di tempat bernama Laguna de las Ilusiones, kejadian ini seolah mengingatkan: tidak semua yang tampak tenang benar-benar aman, dan tidak ada yang benar-benar kebetulan di alam. Satu video, banyak pelajaran tentang kekuatan, ketepatan waktu, dan transformasi. 🌱 #AlamLiar #RantaiMakanan #WildlifeMoment
Di hamparan gurun Afrika yang kering dan sunyi, hidup makhluk kecil yang terlihat sederhana, tapi menyimpan kemampuan luar biasa: six-eyed sand spider atau laba-laba pasir bermata enam. Tubuhnya pipih, berwarna pasir, dan ditutupi rambut halus seperti beludru. Bentuk ini bukan kebetulan—semuanya adalah hasil adaptasi sempurna agar bisa berkamuflase di lingkungan gurun dan semi-gurun yang ekstrem. 🌵 Sesuai namanya, laba-laba ini punya enam mata yang tersusun dalam tiga pasang. Pasangan mata di bagian tengah terlihat lebih menonjol dan berperan penting saat mereka berburu. Six-eyed sand spider bersifat nokturnal, keluar dari persembunyian di malam hari untuk mendeteksi mangsa kecil yang lewat di atas pasir. Hal yang membuatnya terkenal sekaligus ditakuti adalah racunnya. Racun laba-laba ini bersifat sitotoksik dan hemolitik, mampu merusak jaringan dan sel darah mangsanya, sehingga bisa menyebabkan nekrosis. Meski sering disebut sebagai salah satu laba-laba paling beracun di dunia, perlu diluruskan satu hal penting: kasus gigitan pada manusia sangat jarang, dan sampai saat ini tidak ada bukti medis kuat tentang kematian manusia yang terkonfirmasi akibat gigitan laba-laba ini di alam liar. Faktanya, mereka adalah hewan yang pemalu dan tidak agresif. Gigitan biasanya hanya terjadi jika laba-laba ini dipegang atau terganggu. Jadi, ancamannya lebih besar bagi mangsa alaminya daripada bagi manusia. Alam memang pintar menyembunyikan makhluk luar biasa di tempat yang paling tak terduga. 🌍✨ #FaktaAlam #HewanUnik #DuniaSerangga
Simpanse ini santai banget. Dia minta pengunjung lempar makanan ke atas kandang, padahal jelas ada jaring di atasnya. Tapi ekspresinya kayak bilang, “gapapa, nanti juga gue bisa ambil.” Dan bener aja. Begitu pisang nyangkut di jaring, dia nggak panik sama sekali. Dia ambil tongkat di sekitar kandang, lalu dilempar ke atas sampai kena bagian jaring yang ada pisangnya. Sekali kena, pisangnya jatuh. Dapet deh. 🍌😎 Simpanse memang terkenal sebagai salah satu primata paling cerdas di dunia. Mereka mampu: Menggunakan alat sederhana untuk mendapatkan makanan Memahami sebab–akibat Menyelesaikan masalah tanpa bantuan manusia Bahkan di alam liar, simpanse sering pakai ranting untuk mengambil serangga atau makanan di tempat yang sulit dijangkau. Tingkat kecerdasannya sering disetarakan dengan anak manusia usia 3–5 tahun. Jadi buat urusan pisang nyangkut di jaring? Itu mah bukan masalah. Cuma teka-teki kecil buat otak simpanse 🐒✨ #FaktaHewan #Simpanse #HewanCerdas
Sebuah momen menyentuh terekam ketika seekor banteng dewasa perlahan mendekati seorang pria yang dulu merawatnya saat masih anak-anak. Setelah bertahun-tahun terpisah, banteng itu tidak langsung menyerang atau menjauh. Ia mendekat dengan hati-hati, mengendus udara, lalu menempelkan kepalanya dengan tenang. 🤍 Apakah ceritanya masuk akal secara ilmiah? Iya, masuk akal. Sapi dan banteng memiliki indra penciuman yang sangat tajam dan mampu mengingat bau individu tertentu dalam waktu lama. Beberapa studi menunjukkan bahwa sapi juga punya memori sosial yang kuat dan bisa mengenali manusia berdasarkan bau, suara, serta pengalaman masa lalu. Pengalaman positif di usia dini—seperti diberi makan dan diperlakukan dengan tenang—bisa membentuk asosiasi aman yang tersimpan lama di otak mereka. Meski perilaku “penuh emosi” seperti ini tidak selalu terjadi dan tiap hewan berbeda, momen tersebut bukan hal mustahil. Ini bukan soal “banteng paham nostalgia”, tapi tentang ingatan, pembiasaan, dan rasa aman yang terbentuk dari perawatan awal. Dari sini kita bisa lihat, hubungan manusia dan hewan bisa jauh lebih dalam dari yang sering kita kira. 🐾✨ #AnimalBond #FaktaHewan #HumanAndAnimal
Texte → vidéo TikTok IA
Tu écris le prompt, on génère la vidéo.
Kalau denger jangkrik pas malam, jangan dikira itu cuma backsound musim panas. Faktanya, bunyi “krik-krik” mereka adalah contoh keren komunikasi serangga sekaligus termometer alami yang nggak banyak orang tahu. Jangkrik jantan menghasilkan suara dengan cara menggesekkan kedua sayapnya, proses ini disebut stridulasi. Satu sayap punya semacam “penggaruk”, satunya lagi seperti “gerigi”. Saat digesek, getaran itulah yang jadi bunyi. Menariknya, setiap spesies punya pola bunyi khas—ibarat kode suara masing-masing. Kenapa jangkrik bunyi? 🦗 Panggilan kawin – Jangkrik jantan bunyi buat menarik betina. Betinanya bisa “menemukan arah” suara ini lewat perilaku yang disebut phonotaxis. 🦗 Tanda wilayah – Bunyi juga jadi peringatan buat jantan lain supaya nggak sembarangan masuk area. 🦗 Penunjuk suhu – Semakin hangat udara, makin cepat bunyinya. Kalau dingin, iramanya melambat. Ini karena suhu memengaruhi kerja otot dan metabolisme jangkrik. 🔍 Mengukur suhu dari bunyi jangkrik (Celsius) Hubungan ini pertama kali dijelaskan oleh fisikawan Amos Dolbear. Rumus sederhananya: Hitung jumlah bunyi jangkrik selama 25 detik, ➡️ bagi 3, ➡️ lalu tambah 4. Hasilnya kira-kira suhu udara dalam °C. Paling akurat pada snowy tree cricket, tapi spesies lain masih bisa kasih perkiraan yang cukup dekat. ⚠️ Catatan penting Nggak semua jangkrik selalu “patuh rumus”. Jenis spesies, umur jangkrik, kelembapan, sampai cahaya sekitar bisa bikin hasilnya meleset beberapa derajat. Tapi tetap aja, untuk ukuran alam, ini sudah cukup mengesankan. Jadi lain kali dengar jangkrik bunyi, ingat: itu bukan cuma suara malam… tapi juga sinyal biologis yang penuh makna. 🌌🦗 #faktamenarik #sainsalam #seranggunik
Penguin itu bukan cuma kelihatan lucu dan kaku pas jalan, tapi sebenernya hewan yang super sosial. Mereka hidup berkoloni dan terbiasa membangun ikatan kuat, bukan cuma sama sesama penguin, tapi juga sama manusia yang sering merawat mereka. Di kebun binatang atau pusat konservasi, penguin sering ketemu penjaga dan dokter hewan yang sama. Karena interaksi ini terjadi terus-menerus, mereka mulai mengasosiasikan orang-orang tersebut dengan pengalaman positif—seperti dikasih makan, dirawat dengan lembut, dan diperiksa tanpa rasa terancam. Secara ilmiah, ini masuk akal. Beberapa studi menunjukkan penguin, khususnya Emperor Penguin dan Magellanic Penguin, punya kemampuan mengenali individu lewat suara dan penampilan. Di alam liar, kemampuan ini penting buat ngenalin pasangan atau anaknya di tengah ribuan penguin lain. Di penangkaran, kemampuan yang sama bikin mereka bisa mengenali dokter atau perawat yang sudah mereka percaya. Makanya, ada penguin yang terlihat antusias, penasaran, atau malah lebih tenang pas diperiksa. Interaksi positif ini terbukti bisa mengurangi stres dan bikin proses pemeriksaan kesehatan jadi lebih aman, baik buat penguinnya maupun dokternya. Jadi kalau lihat penguin yang “seneng” ketemu dokter, itu bukan kebetulan. Itu tanda mereka cerdas, peka, dan bisa membangun rasa percaya 🐧✨ #Penguin #FaktaHewan #AnimalCare
Tahun 1983, sebuah lomba ekstrem bernama Sydney–Melbourne Ultramarathon (jarak 875 km) diikuti para atlet elite dunia. Di antara mereka, muncul sosok tak biasa: Cliff Young, 61 tahun, petani kentang dari Beech Forest, Australia. Ia datang pakai sepatu kerja, tanpa pelatih, tanpa tim, bahkan tanpa latar belakang atletik. Banyak yang mengira dia salah tempat. Faktanya, Cliff ikut lomba ini bukan karena ambisi juara atau hadiah uang. Ia terbiasa menggiring domba berjam-jam hingga berhari-hari di ladang, jadi ketika melihat iklan lomba, ia berpikir: “Lari jauh? Saya biasa jalan jauh.” Dan sesederhana itu—dia daftar. Cliff juga tidak paham dunia ultramaraton. Ia tidak tahu bahwa strategi umum para pelari adalah lari cepat lalu tidur lama 6–8 jam di pos istirahat. Bukan karena dia mengira tidur dilarang, tapi karena dia tidak tahu tidur panjang adalah bagian dari strategi lomba. Jadi Cliff melakukan apa yang ia tahu: bergerak terus. Ia berlari dengan gaya khas “shuffle”—langkah kecil, pelan, hampir tanpa berhenti lama. Bukan berarti tidak tidur sama sekali, tapi ia hanya istirahat sangat singkat, lalu lanjut lagi. Saat pelari lain tertidur berjam-jam, Cliff pelan tapi konsisten terus maju. Hasilnya mengejutkan: ia finis dalam 5 hari 15 jam 4 menit, 9 jam lebih cepat dari pesaing terdekat—dan menjadi juara. Yang bikin kisah ini makin manusiawi: Cliff bahkan tidak tahu ada hadiah uang. Ketika diberi tahu ia memenangkan sekitar AUD 10.000 (± Rp117 jutaan), ia kaget, lalu membagi uang itu ke pelari lain, karena menurutnya mereka semua sudah berjuang. Kisah Cliff Young sering disederhanakan seolah ia “tidak tahu peserta boleh tidur”. Yang lebih akurat: ia tidak tahu strategi tidur lomba, dan justru dari ketidaktahuan itu lahir pendekatan baru—konsistensi mengalahkan kecepatan. Kadang yang bikin kita tertinggal bukan karena kurang kuat, tapi karena terlalu sibuk mengikuti aturan yang kita kira wajib. 🏃♂️🌾 #KisahNyata #InspirasiHidup #Olahraga
Sous-titres IA en 1 clic
Vidéo importée → version prête à poster.
Lagi ngapung di laut, sambil peluk anak. Kelihatannya chill banget, tapi buat induk sea otter, ini bukan momen rebahan—ini soal bertahan hidup. 🌊 Soalnya gini, sea otter itu nggak punya lemak tebal kayak mamalia laut lain. Jadi buat lawan dinginnya air laut, mereka ngandelin bulu super rapat. Kepadatannya bisa sampai ±150 ribu helai rambut per sentimeter persegi (cm²). Selama bulunya bersih dan kering, udara bisa kejebak di situ dan badan mereka tetap hangat. Masalahnya, bayi sea otter belum bisa ngatur suhu tubuh sendiri. Makanya si bayi hampir selalu numpang hidup di perut atau dada induknya. Mau induknya lagi makan, istirahat, atau sekadar ngapung, si anak tetap “diparkir” di situ biar nggak hanyut dan nggak kedinginan. Yang jarang orang tahu, induk sea otter biasanya cuma ngurus satu anak. Kalau sampai lahir dua anak sekaligus (kembar)—yang sebenarnya jarang banget—induknya hampir pasti milih ngerawat satu aja. Bukan karena nggak sayang, tapi karena energi dan kemampuan cari makan terbatas. Maksa ngurus dua malah bisa bikin dua-duanya nggak selamat. Di alam liar, ini bukan pilihan kejam, tapi pilihan paling masuk akal. Jadi pelukan yang kelihatan sederhana ini sebenarnya penuh hitung-hitungan hidup dan mati. Intinya: kelihatan santai, tapi kerja keras. Ibu tetap ibu, bahkan di laut dingin. 🦦💙 #SeaOtter #AlamLiar #FaktaHewan
Pernah lihat atlet minta maaf sampai full body sliding? Ini bukan adegan drama atau film komedi, tapi kejadian nyata yang bikin satu arena ketawa sekaligus kagum 😅👏 Di sebuah volleyball all-star event di Kobe, Jepang, seorang pemain voli Jepang berusia 26 tahun, Yuji Nishida, secara tidak sengaja melakukan serve kidal yang melenceng dan mengenai hakim garis wanita di pinggir lapangan. Untungnya, sang hakim tidak mengalami cedera. Tapi reaksi sang pemain justru jadi sorotan dunia. Begitu sadar bolanya salah sasaran, ia terlihat sangat panik dan langsung melakukan permintaan maaf ekstrem: meluncur dengan posisi tengkurap, kepala lebih dulu, tangan di samping badan—mirip atlet skeleton di Olimpiade Musim Dingin 🛷😂. Aksi ini memancing tawa, tepuk tangan, dan decak kagum dari penonton serta rekan setim. Belum selesai, ia lalu berlutut dan membungkuk berkali-kali, bahkan sempat menyatukan telapak tangan sebagai tanda penyesalan yang mendalam. Sang hakim pun membalas dengan senyum dan sedikit membungkuk, membuat momen ini terasa hangat dan manusiawi 💖 Video kejadian ini langsung viral dan ditonton jutaan kali. Netizen menyebutnya sebagai “work of art”, ada juga yang bilang gaya meluncurnya seperti curling versi manusia. Komentator TV sampai bercanda soal kepalanya yang bergesekan dengan lantai 😆🐟 Menariknya, di balik momen viral ini, performanya di lapangan tetap luar biasa. Ia membantu timnya menang 3–0 dan bahkan dinobatkan sebagai MVP turnamen, menurut AbemaTV. Dalam budaya Jepang, permintaan maaf yang sangat mendalam dikenal dengan istilah dogeza, yaitu membungkuk sampai dahi menyentuh lantai. Meski jarang dilakukan di ruang publik, gestur ini melambangkan rasa hormat dan penyesalan yang tulus. Dan kali ini, dunia melihat versi modernnya—langsung di lapangan voli 🌏🇯🇵 Kadang, satu momen kecil bisa menunjukkan sportivitas, empati, dan budaya dalam satu gerakan. Dan yang ini? Benar-benar tidak terlupakan ✨ #Sportsmanship #JapaneseCulture #VolleyballMoment
Seorang perempuan terlihat dihentikan polisi Hong Kong karena menyeberang jalan di luar zebra cross. Di Hong Kong, hal kayak gini bukan pelanggaran kecil. 💸 Faktanya: Menyeberang sembarangan (jaywalking) di Hong Kong bisa kena denda hingga HK$2.000 (sekitar Rp3–4 jutaan). Aturan ini bagian dari operasi penertiban lalu lintas yang digalakkan pemerintah kota demi keselamatan pejalan kaki dan pengendara. Yang menarik, aturan ini berlaku buat semua orang, tanpa melihat usia. Jadi mau muda atau lansia, tetap wajib patuh sama rambu dan lampu lalu lintas 🚦 Di kota dengan lalu lintas sepadat Hong Kong, nyebrang sembarangan bukan cuma soal melanggar aturan, tapi juga soal keselamatan. Makanya penegakan hukumnya tegas, walau sering bikin kaget turis atau pendatang. 📌 Catatan penting: Denda HK$2.000 adalah batas maksimal, besarannya bisa berbeda tergantung situasi dan keputusan petugas di lapangan. Intinya: 👉 Jangan nyebrang asal 👉 Cari zebra cross 👉 Tunggu lampu hijau Karena satu langkah bisa bikin beda besar 😶🌫️ #InfoHongKong #Jaywalking #SafetyFirst
Awalnya cuma dua bayi lagi asyik main berdua di halaman rumah. Suasana aman, santai, polos seperti biasa. Tapi tiba-tiba… seekor anak sapi lewat dan berhenti melongo ke arah halaman tempat mereka main 🐄👀 Si bayi perempuan kelihatan panik. Dia kayak manggil abangnya, minta bantuan. Abangnya juga masih kecil sebenarnya, tapi langsung datang—pakai baju kuning. Tanpa teriak, tanpa drama. 👉 Dia maju ke arah gerbang, coba ngusir si anak sapi, lalu nutup pintu besi supaya hewannya nggak masuk ke halaman. Refleks cepat banget. Secara fakta, anak sapi bisa berbobot 30–40 kg dan gerakannya masih belum terkontrol. Buat bayi, satu dorongan kecil aja bisa berbahaya. Makanya keputusan nutup gerbang itu krusial. Begitu situasi aman dan pintu tertutup… 👉 si abang kecil langsung nyamperin adek-adeknya dan MELUK mereka berdua. Bukan cuma nyelametin, tapi juga nenangin. Di situ kelihatan jelas: naluri melindungi itu nggak nunggu gede. Kadang, rasa tanggung jawab muncul lebih dulu daripada usia 🫂 Sekuat apa pun, yang bikin manusia itu manusia adalah rasa pedulinya ❤️ #AbangKecil #NaluriMelindungi #MomenMengharukan 🐄👶💛
Ada seekor tikus kejebak di lubang tanah yang dalem banget. Udah muter-muter, lompat, tapi gak bisa naik sama sekali. Terus datanglah seorang bapak. Bukan bawa jebakan. Bukan bawa racun. Tapi bawa dua tongkat. 🔹 Tongkat pertama disandarin ke dinding lubang, buat jalur manjat. 🔹 Tongkat kedua dipegang sama si bapak dari atas, siap bantu kalau tikusnya udah hampir nyampe. Si tikus disuruh manjat. Manjat… jatuh. Coba lagi… jatuh lagi. Berkali-kali. Sampai akhirnya berhasil naik pelan-pelan 🐾 Pas udah hampir nyampe ke ujung tongkat yang dipegang si bapak… 👉 tikusnya dilempar ke samping Biar langsung aman. Biar gak stres. Biar gak nyentuh tangan manusia. Dan ini masuk akal, karena tikus itu hewan yang gampang stres. Dalam kondisi terjebak, stres berlebihan bisa bikin denyut jantung naik dan berbahaya buat mereka. Jadi dilepas cepat tanpa kontak itu justru cara paling aman. Komentar netizen pun muncul: “Kenapa diselametin sih pak? 😅” #AksiSederhana #EmpatiSehariHari #CeritaWarga
Dari Medan ke Davos, Coffeenatics membawa cita rasa kopi Indonesia ke panggung dunia lewat partisipasi di WEF Davos 2026. UMKM kopi artisan ini tampil di Paviliun Indonesia bersama Grab. Partisipasi tersebut mencerminkan potensi UMKM Indonesia untuk berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau pasar internasional.
Ini bukan cerita film, tapi kasus nyata yang pernah dilaporkan di penjara Amerika Serikat. Semuanya berawal dari hal yang kelihatannya sepele: suara. Dua narapidana ini ditempatkan di blok sel terpisah, dengan posisi: 👉 si cowok di sel LANTAI ATAS 👉 si cewek tepat di sel BAWAHNYA Mereka nggak pernah ketemu muka, nggak pernah sentuhan, bahkan nggak pernah ada kunjungan. Satu-satunya penghubung cuma ventilasi udara yang bikin suara bisa tembus antar sel. Awalnya cuma sapaan iseng saat jam sepi. Nanya kabar, keluh kesah, ngobrol buat ngusir bosan. Hal kayak gini sebenarnya cukup umum di penjara dan sering dianggap gangguan kecil oleh sipir. Tapi karena kesepian, stres, dan minim interaksi, obrolan itu jadi rutin. Dari ngobrol receh, lanjut ke cerita hidup, masa lalu, sampai mimpi setelah bebas. Tanpa sadar, muncul koneksi emosional. Kenal lewat suara doang, tapi rasanya nyata. Sampai akhirnya muncul ide yang terdengar mustahil. Dengan alat seadanya dari potongan sprei, sperma dikirim dari sel atas ke sel bawah lewat jalur ventilasi. Di sisi lain, si perempuan melakukan inseminasi mandiri menggunakan aplikator medis sederhana (dalam laporan disebut aplikator obat infeksi jamur). ⚠️ Penting: ini bukan metode medis yang aman atau dianjurkan. Peluangnya kecil dan risikonya besar. Tapi yang bikin dunia geleng-geleng kepala: berhasil. Beberapa minggu kemudian, si perempuan diketahui hamil. Pihak penjara awalnya bingung, karena catatan resmi menunjukkan mereka sama sekali nggak pernah bertemu. Setelah diselidiki, barulah ketahuan soal ventilasi dan posisi sel atas–bawah yang jadi celah pengawasan. Kehamilan berjalan normal, dan bayinya lahir sehat 👶✨ Kasus ini langsung bikin pihak penjara melakukan evaluasi besar-besaran soal keamanan dan desain sel. Cerita ini nunjukin satu hal: dalam keterbatasan paling ekstrem sekalipun, manusia tetap bisa menemukan cara… walaupun caranya bikin mikir, “kok bisa?” 😵💫 #faktanyata #kisahaneh #ceritadunia
- Je compte uniquement les vidéos ≥ 60 secondes (tu m’as dit que <60s = pas pris en compte).
- Calcul sur les 30 derniers jours (dans la limite des 35 dernières vidéos qu’on a dans le JSON).
- RPM estimé : 0.49€/1k vues (range 0.34–0.63) basé sur ER + save rate + durée moyenne.
- Résultat: 189€ sur 30j (range 132€–246€), pour 389.6K vues éligibles et 1 vidéos ≥60s.
- Emoji + note /10 = performance globale de la vidéo (views + ER + saves).
- ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues.
- Badges “Au-dessus / En dessous” = comparaison directe à la moyenne de TON compte.
Importe ta vidéo, et Vexub génère une vidéo sous-titrée prête pour TikTok, Reels ou Shorts. Pas de montage, pas de prise de tête.
- Reconnaissance vocale IA → texte propre
- Sous-titres syncro automatiquement sur la vidéo
- Format vertical optimisé pour les vues