Beberapa tahun lalu, kata “candid” sempat jadi tren di media sosial. Banyak orang pake kata itu untuk nyebut foto yang terlihat spontan, tidak dibuat-buat, dan seolah diambil tanpa persiapan. Namun makna candid sebenarnya lebih dalam dari sekadar “tidak pose”. Secara bahasa, candid berarti jujur, apa adanya, dan tanpa rekayasa. Dalam fotografi, candid merujuk pada momen ketika subjek tertangkap dalam keadaan alami—tidak sadar kamera, tidak sedang berusaha tampil, dan tidak mengatur ekspresi. Nilainya bukan pada komposisi yang sempurna, tetapi pada keaslian emosi dan konteks. Menariknya, tren candid muncul sebagai respons terhadap era foto yang sangat terkurasi. Saat filter, pose, dan pengulangan gambar menjadi dominan, candid menawarkan alternatif: dokumentasi momen apa adanya. Bukan untuk terlihat terbaik, tetapi untuk terlihat nyata. Karena itu, foto candid sering terasa lebih relevan secara emosional, meski secara teknis tidak selalu rapi. Seiring waktu, makna candid juga bergeser. Banyak foto yang disebut candid sebenarnya tetap direncanakan—diambil berkali-kali hingga terlihat “tidak disengaja”. Ini menunjukkan bahwa candid bukan sekadar gaya visual, melainkan cara pandang: bagaimana kita memilih untuk merekam momen tanpa terlalu mengontrol hasilnya. Pada akhirnya, nilai candid bukan terletak pada ketidaksempurnaan, tetapi pada kejujuran momen. Ia mengingatkan bahwa tidak semua hal perlu ditata, dan tidak semua cerita harus terlihat sempurna untuk bermakna. #candid #fyp #viral #pose