ayo yg minat DM
#HAL MENARIK 🤓 For business DM IG IG/theards : funfacts52_
🔗 https://www.instagram.com/ ↗
ayo yg minat DM
HOME News Video News Video:Chaos di Nepal, Massa Gen Z Bakar Rumah Politisi hingga Parlemen CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia 10 September 2025 09:51 Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi berujung kerusuhan besar terjadi di Nepal. Protes telah menyeruak di seluruh negeri sejak Kamis pekan lalu dan makin menggila hingga sekarang. Senin (8/9), dilaporkan bagaimana aksi keras polisi membubarkan demonstran membuat 19 orang tewas. Suasana semakin mencekam pascalarangan media sosial picu gelombang protes yang meluas jadi perlawanan antikorupsi. Dilansir dari Reuters, rekaman video menunjukkan demonstran antikorupsi di Nepal merusak dan membakar kediaman pribadi mantan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli yang telah mengundurkan diri, pada Selasa (9/8). #demo #nepal #tranding #beritadunia #fyp
#demo #nepal #viral #tranding #fyp
Unjuk rasa berdarah di Nepal terus memakan korban jiwa. Istri salah satu mantan Perdana Menteri (PM) Nepal tewas pada Selasa (9/9) waktu setempat, setelah para demonstran membakar rumahnya di ibu kota Kathmandu. Rajyalaxmi Chitrakar, yang merupakan istri dari mantan PM Jhalanath Khanal, seperti dilansir NDTV, Rabu (10/9/2025), tewas setelah terjebak di dalam rumahnya yang dibakar oleh para demonstran pada Selasa (9/9) waktu setempat. Khanal menjabat PM Nepal selama enam bulan pada tahun 2011 lalu. Insiden mematikan itu terjadi di kediaman Khanal dan istrinya di area Dallu ibu kota Kathmandu, saat unjuk rasa ricuh berlangsung. Chitrakar, menurut pihak keluarga, dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Luka Bakar Kirtipur. Namun dia meninggal dunia saat menjalani perawatan medis. Tidak diketahui keberadaan atau kondisi Khanal usai rumahnya dibakar para demonstran.  Home Berita Jabodetabek Internasional Hukum detikX Kolom Blak blakan Pro Kontra Infografis Foto Video Hoax Or Not Suara Pembaca Daerah Indeks  detikNewsInternasional Ngeri! Istri Eks PM Nepal Tewas Usai Rumahnya Dibakar Demonstran Novi Christiastuti - detikNews Rabu, 10 Sep 2025 12:07 WIB BAGIKAN Komentar Momen gedung pemerintahan di Nepal dibakar para demonstran (AFP/PRABIN RANABHAT) Kathmandu - Unjuk rasa berdarah di Nepal terus memakan korban jiwa. Istri salah satu mantan Perdana Menteri (PM) Nepal tewas pada Selasa (9/9) waktu setempat, setelah para demonstran membakar rumahnya di ibu kota Kathmandu. Rajyalaxmi Chitrakar, yang merupakan istri dari mantan PM Jhalanath Khanal, seperti dilansir NDTV, Rabu (10/9/2025), tewas setelah terjebak di dalam rumahnya yang dibakar oleh para demonstran pada Selasa (9/9) waktu setempat. Khanal menjabat PM Nepal selama enam bulan pada tahun 2011 lalu. Insiden mematikan itu terjadi di kediaman Khanal dan istrinya di area Dallu ibu kota Kathmandu, saat unjuk rasa ricuh berlangsung. Chitrakar, menurut pihak keluarga, dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Luka Bakar Kirtipur. Namun dia meninggal dunia saat menjalani perawatan medis. Tidak diketahui keberadaan atau kondisi Khanal usai rumahnya dibakar para demonstran. Baca juga:Demo Berdarah di Nepal, Massa Bakar Rumah dan Serang Menteri Rumah Khanal dan Chitrakar turut menjadi sasaran kemarahan demonstran, yang dipimpin oleh Gen Z di Nepal, yang memprotes pemblokiran akses media sosial, seperti Facebook, X dan YouTube, di negara tersebut. Pemblokiran dilakukan karena perusahaan media sosial itu gagal mendaftar dan tunduk pada pengawasan pemerintah Nepal. Pemblokiran itu telah dicabut pada Senin (8/9) malam waktu setempat, namun unjuk rasa tidak mereda. Unjuk rasa justru menjadi ricuh dan semakin melebar menjadi kritikan yang lebih luas terhadap pemerintah Nepal dan tuduhan korupsi di kalangan elite politik negara tersebut. Para demonstran nekat membakar rumah beberapa pejabat tinggi Nepal dan membakar gedung parlemen. Bandara di ibu kota Kathmandu terpaksa ditutup, dengan helikopter militer mengangkut sejumlah menteri ke lokasi yang aman. Situasi semakin memburuk ketika para personel Kepolisian Nepal melepas tembakan ke arah para demonstran, hingga menewaskan sedikitnya 22 orang -- menurut data BBC. Para demonstran yang marah dengan kematian sesama demonstran terus melanjutkan aksi protes mereka. #Demo #nepal #viral #tranding #fyp
Tu écris le prompt, on génère la vidéo.
Fotografer Kanada Christopher Herwig melakukan perjalanan panjang di mantan negara-negara Uni Soviet. Dirinya mengabadikan fenomena unik, yang ditemukan 1 dekade lalu saat melakukan perjalanan bersepeda di seluruh negara bekas pecahan Soviet, yang tidak lain adalah halte bus. Biasanya, halte bus hanya dilengkapi dengan kursi dan atap untuk melindungi individu dari sinar matahari. Tapi, Herwig menemukan disain unik di negara-negara itu. Berbagai bentuk dibuat seperti piramida dan lengkungan, rumah kecil, kubus, dan bentuk aneh lainnya. Ada pula halte yang dilengkapi dengan patung burung, seperti ditemukan di kota Karakol, Kirgizstan. Keragaman dan kreativitas luar biasa tersebut berhubungan dengan arsitektur Brutalist. Aliran ini berkembang di tahun 1950 hingga 1970 an. Itulah yang menjadi alasan mengapa banyak ditemukan halte bus dengan bentuk unik dan rumit di negara-negara mantan Uni Soviet. Bangunan di pinggir jalan tersebut menjadi tempat bagi seniman lokal dan arsitek untuk mengekspresikan diri mereka. Hal itu juga membantu mereka untuk membebaskan diri dari sesuatu hal yang monoton di dunia arsitektur.Seperti pematung asal Georgia yang juga seorang arsitek bernama Zurab Tsereteli. Dirinya merancang beberapa struktur paling rumit di sekitar Pitsunda di Laut Hitam. "Saya menyarankan halte bus tidak hanya sekadar bingkai, kaca, dan tempat duduk. Orang-orang harus mendapatkan kesenangan dari mereka (halte bus). Kami pun memutuskan bahwa halte bus harus menjadi seni monumental di ruang angkasa," katanya kepada The Guardian, dikutip Amusing Planet pada Jumat 4 September 2015. Tentu saja, waktu yang dibutuhkan oleh Herwig tidaklah sedikit. Pria itu menghabiskan waktu 12 tahun untuk memotret ratusan halte bus di 14 negara pecahan Uni Soviet itu. Bahkan, perjalanannya itu melebihi 30 ribu km. #arsitektur #halte #bus #estetik #unisoviet
Sejak Senin malam (1/9/2025) hingga Selasa (2/9/2025) dini hari, kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Pasundan (UNPAS) diserang aparat keamanan menyusul tuduhan kegiatan anti-kamtibmas di lingkungan kedua perguruan tinggi tersebut. Insiden penyerangan berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa dini hari ketika aparat kepolisian memasuki area kampus dengan menembakkan petasan dan gas air mata. Serangan ini mengakibatkan sejumlah korban, termasuk petugas keamanan kampus yang ikut terkena dampak operasi tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rocmawan menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan patroli gabungan berskala besar di sejumlah ruas jalan Kota Bandung hingga malam ini. Langkah ini ditempuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang diwarnai tindakan anarkis. "Patroli gabungan ini merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum," ujar Kombes Hendra dalam keterangannya. Kondisi di lokasi kejadian semakin memprihatinkan karena akses bantuan medis terhambat. Ambulans tidak dapat memasuki area kampus UNISBA akibat situasi keamanan yang masih mencekam. Tim medis hanya dapat mendekatkan ambulans hingga titik terdekat, yaitu di area Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Keterbatasan akses ini dikhawatirkan akan memperparah kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis segera, termasuk para satpam kampus yang terluka akibat serangan gas air mata dan petasan. Petugas medis terpaksa melakukan evakuasi dengan cara berjalan kaki untuk menjangkau korban di dalam kampus. Penyerangan terhadap kedua kampus ini berlangsung dalam kurun waktu beberapa jam, dimulai sejak Senin malam hingga Selasa dini hari. Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan situasi mencekam saat aparat melancarkan serangan dengan gas air mata dan petasan. Aparat menuduh adanya kegiatan yang mengganggu kamtibmas di lingkungan kampus, meski pihak kampus belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan tersebut. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban dan tingkat keparahan luka yang dialami. Pihak kampus UNISBA dan UNPAS juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden penyerangan ini. Situasi keamanan di sekitar kedua kampus masih dalam pengawasan ketat aparat kepolisian. Masyarakat diminta untuk menghindari area tersebut dan mengikuti arahan dari petugas yang bertugas di lapangan. Peristiwa ini menambah deretan insiden yang melibatkan aparat dan civitas akademika dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai pihak kini menantikan penjelasan lebih lanjut dari otoritas terkait mengenai kronologi lengkap dan alasan di balik operasi penyerangan tersebut. Insiden penyerangan kampus ini juga mendapat perhatian luas di media sosial. Tagar #AllEyesOnBandung menjadi trending di platform X (Twitter), menunjukkan solidaritas dan keprihatinan masyarakat terhadap kejadian yang menimpa kedua kampus tersebut. Netizen turut menyuarakan dukungan serta mendesak transparansi dalam penanganan kasus ini. #kampus #unisba #unpas #fyp
vt @agungdronelombok #kebakaran karan #dpr #mataram #demo #fyp
sudah hilang kepercayaan rakyat kepada polisi!! #polisi #polisiindonesia #brimob #rakyat #indonesia🇮🇩
Aksi unjuk rasa di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (30/8), berubah menjadi kericuhan besar. Massa yang awalnya menggelar doa bersama untuk mengenang Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas di Jakarta, mendadak berbuat anarkis hingga merusak dan membakar Gedung DPRD Kota Pekalongan. Ratusan massa awalnya berkumpul di Stadion Hugeng, lalu konvoi menuju Kantor DPRD di Jalan Mataram Nomor 3. Aksi yang mulanya berjalan damai tiba-tiba memanas ketika massa membakar ban, melempar batu, hingga menjebol gerbang DPRD. Tak berhenti di situ, massa juga merangsek masuk ke dalam kompleks dewan. Pos jaga, ruang rapat paripurna, bahkan sebuah bilik ATM di halaman ikut dirusak dan dibakar. AND STAY STRONG GUYS! #indonesiagelap #demo #dpr #indonesiacemas #fyppppppppppppppppppppppp
dia berhasil menjarah Idaman para lelaki #jarah #rumah #ahmad #syahroni #fyp
Barang barang yang di jarah masa sangat amat banyak yang mulai dari anggur hingga jam dengan harga milyar, THE REAL PERAMPASAN ASET #demo #jarah #rumah #ahmad #syahroni
lebih kaget yang slide terakhir cuy #ahmad #syahroni #dpr #aneh #fyp
Rumah Anggota DPR, Ahmad Sahroni, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa demo, Sabtu (30/8/2025). Tidak sekedar menggeruduk, mobil milik politikus Partai Nasdem itu juga dihancurkan menggunakan kayu dan batu. Dalam video nampak isi rumah Sahroni pun kosong dan berantakan dijarah massa. Berbagai perabotan hingga barang mewah habis diambil massa yang masuk ke dalam rumah itu #rumah #anggota #dpr #ri #fyp
Dalam video ini menunjukkan beberapa orang yang berada di sebuah gedung, kemungkinan besar adalah anggota DPR, terlihat sedang makan mie instan di tengah berlangsungnya demonstrasi. Video tersebut disertai teks yang mengkritik tindakan tersebut, menyebutnya sebagai "PROVOKASI YANG DILAKUKAN SAAT DEMO DI KANDANG MEREKA". #demo #DPR #provokasi #fyp
Di tengah puing dan sisa-sisa amukan api, inilah video kondisi gedung DPRD yang di ambil melalui kamera drone dari kreator tiktok @fahrezyyy0 setelah terbakar dari Jumat (29/8/2025) malam hingga dini hari. Gedung berlantai 3 yang menjadi tempat para wakil rakyat berkantor kini menyisakan puing-puing, dengan asap yang masih mengepul dan api yang sesekali terlihat menyala hingga pukul 07.00 WITA. Pemandangan di sekitar lokasi, di Jalan Andi Pangerang Petta Rani dan Jl Hertasning, dipenuhi keprihatinan. Suara sirene ambulans dan mobil pemadam kebakaran memecah keheningan pagi, menjadi saksi bisu betapa parahnya kerusakan yang terjadi #kantor #dprd #makassar #terbakar #fyp
Vidéo importée → version prête à poster.
Importe ta vidéo, et Vexub génère une vidéo sous-titrée prête pour TikTok, Reels ou Shorts. Pas de montage, pas de prise de tête.