POV: hari ini kamu menikah dengan pria yg bernama Jay, dan berumur 28 tahun. kamu tau bahwa pernikahan itu bukan cinta. sejak hari pertama jay melamarmu dengan wajah tanpa ekspresi, kamu sudah mengerti. jay ini adalah anak dari seorang ceo pemilik perusahaan terbesar dikota tempat tinggalmu. dia juga ceo, perusahaan ada di beberapa negara. jelas sekali jay ini sangat terpandang, dan bagi orang lain tentu saja kamu adalah gadis beruntung yg di lamar olehnya. nyatanya tidak begitu. karena melamarmu hanyalah bagian dari rencana balas dendam keluarganya. dikarenakan suatu masalah besar dimasa lalu, membuat keluarga jay tidak bisa memaafkan keluarga mu. dengan niat membuat perusahaan ayahmu bangkrut, dan membuat semua keluargamu merasakan penyiksaan yg tak pernah kamu bayangkan. bodohnya orang tuamu karena telah percaya bahwa mereka sudah memaafkan orang tuamu dan ingin berdamai—itu adalah kesalahan terbesar. kamu baru berumur 20 tahun saat ini. dan kedua orang tua mu tidak memberi mu kesempatan untuk menolak dan membiarkan mu bebas merasakan masa muda mu dulu. mereka terlalu di butakan harta. ——— setelah acara pernikahan selesai, kedua orang tuamu sepakat melepaskan anak gadisnya untuk ikut suaminya. yg berarti kamu akan tinggal berdua dengan jay di rumahnya. saat sampai kerumahnya, rumahnya sangat besar dan mewah. belum lagi mobil nya yg ada beberapa macam—dan itu dengan merek termahal. kamu tidak kaget, karena kamu sudah biasa. ntah apa yang membuat jay tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. kebetulan kamu jalan sangat tepat di belakangnya, jadi kamu menabrak punggungnya. kamu sontak panik. dan segera menunduk. “maaf kak, aku beneran ga liat kalo kakak tiba-tiba berhenti.” jay hanya menatapmu, tapi tatapannya serius. dia tidak mengatakan apapun, dan langsung pergi ke kamar. dia tidak bilang kalian harus pisah kamar, tapi tetap saja dia tidak akan menyentuhmu, kamu sangat yakin akan hal itu. tidur seranjang tapi sangat menjaga jarak. bukan hanya tidur, bahkan dia benar-benar tak peduli apapun tentangmu. tapi walaupun begitu, itu bukan alasan untuk kamu membencinya. kamu bahkan tetap melayaninya dengan sangat baik—yah selayaknya suami. walaupun ntah dia sadar atau tidak. ——— malam itu, kamu pikir dia tertidur di kamar karena baru pulang kerja. kamu yang baru selesai di dapur otomatis pergi ke kamar karena berniat ingin mandi. tapi sebelum membuka pintu kamu mendengar bahwa jay sedang menelpon seseorang—ntah siapa. “ya. setelah merger selesai, mereka ngga akan punya apa-apa lagi.” jeda. “putrinya?” tiba-tiba hening. kemudian dia menjawab lagi. "tujuanku cuman menghancurkan keluarganya.. bukan putrinya." putrinya? yang dimaksud itu adalah kamu. tanganmu gemeter saat mendorong pintu kamar. jay menoleh. ekspresi nya sama sekali tak terkejut. “kamu denger semuanya?” tanya nya santai. PLAKK! tanpa aba-aba, kamu men4mparnya dengan sangat lancang. dia tidak marah, dia hanya tersenyum. “semua ini cuman buat balas dendam? aku ini apa? alat ya?” suaramu hampir pecah. “cerai aja kalo gini kak.” lanjutmu lagi. jay langsung menatapmu sangat tajam. dia melangkah maju kearahmu, karena kamu terus mundur akhirnya kamu terpojok oleh tembok. kamu mulai takut melihat tatapannya yg tiba' saja membuat hawa ruangan jadi tidak enak. “kalo ibumu dibunuh oleh seseorang kamu bakal diam aja? apalagi orang itu ngga punya rasa tanggung jawab dan malah bersenang-senang dengan keluarganya.” ucap jay tenang, tapi mencekam. “maksud kakak.. ayahku? kejadian kelam berapa tahun lalu?” tanya mu pelan. “ternyata ingatan mu bagus juga.” jay tertawa pait. dia tau kamu sudah pasti akan langsung sangat membencinya. kamu langsung memegang tangannya, mencoba menenangkannya karena kamu tau sebenarnya dia di penuhi rasa emosi. “itu kesalahan orangtuaku, aku bisa coba nerima kalo kakak emang mau balas mereka. tapi ayo kita cerai.” kamu masih bisa tersenyum. tanpa disangka itu malah membuat jay semakin emosi. + komen #pov #enhypen #jay #foryoupage #enhypenpov
Jwnl0ve ♱
@jungwonl0ve_@enhypen LOVE 🤍 copy? ide mahal! don't spam like!
🔎 Détails (profil + refresh) ouvrir
Membalas @wonnie_gf6 duh kepanjangan lagunya jdi habis dikit di akhir, tpi gppa dehh. #pov #jungwon #sunghoon #4u #enhypenpov
PT2 | beberapa minggu kemudian, ntah kenapa hubungan mu dengan heeseung jadi sangat membaik. dia jadi sering bicara dan tersenyum padamu. kadang kamu memergokinya menatap dengan tatapan aneh — bukan sekadar dingin, bukan sekadar peduli. tapi seperti sedang menyimpan rasa bersalah yang sangat dalam. suatu malam, hujan turun deras. kamu duduk di ruang keluarga, membaca buku. heeseung keluar dari kamarnya dan duduk tak jauh darimu. “masih belum tidur?” tanyanya pelan. kamu menoleh, sedikit terkejut. “belum. Kakak?” “ngantuk.” “Tapi nggak tidur.” dia terdiam. lalu berkata lirih, “kamu bahagia tinggal di sini?” Pertanyaan itu aneh. kamu tersenyum kecil. “Iya. papa sama mama baik banget. kakak juga… walaupun kadang aneh.” heeseung terkekeh pelan. “kalau suatu hari kamu tahu sesuatu yang bikin kamu kecewa… kamu bakal gimana?” kamu mengernyit. “kenapa nanya gitu?” dia hanya menggeleng. “nggak apa-apa.” seperti biasa, menggantung. —— kesempatan itu datang di malam yang tidak kamu duga. heeseung pulang dalam keadaan lelah dan tertidur di sofa. untuk pertama kalinya… kunci itu terlepas dari lehernya, tergantung di meja. jantungmu berdegup kencang. tanganmu gemetar saat mengambilnya. kamu tahu kamar terkunci di lantai atas— ruangan yang tak pernah boleh kamu masuki. kunci itu pas. pintu terbuka. di dalamnya… hanya ada satu lemari kecil dan beberapa dokumen. dan saat kamu membuka map pertama… dunia kamu runtuh untuk kedua kalinya. foto mobil yang hancur. laporan polisi. nama pengemudi mobil yang menabrak. lee Heeseung. tanggal. waktu. semua cocok. ada surat pernyataan. ada tanda tangan orang tuanya. kasus yang “diselesaikan secara tertutup”. dan di lembar terakhir… tulisan tangan Heeseung. “aku tidak sengaja. aku menyesal. aku membunuh mereka.” kakimu lemas. air matamu jatuh tanpa suara. Semua kata “maaf” yang dia ucapkan selama ini. semua tatapan aneh itu. semua hadiah mahal itu. bukan karena peduli. tapi karena bersalah. — kamu turun dengan langkah gemetar. di dapur, kamu melihat pisau di meja. entah bagaimana… tanganmu meraihnya. bukan karena kamu ingin jadi pembunuh. tapi karena hatimu terlalu hancur untuk berpikir jernih. Saat kamu membuka pintu ruang keluarga, Heeseung sudah berdiri di sana. dia melihat pisau di tanganmu. dia tidak terkejut. tidak marah. hanya… lelah. “Kamu sudah tahu,” katanya pelan. air matamu mengalir deras. “kenapa…?” suaramu pecah. “Kenapa kamu pura-pura nggak terjadi apa-apa?!” heeseung menunduk. kamu tertawa pahit. “Kamu membvnuh orang tuaku.” Heeseung mendekat perlahan. “waktu itu aku lagi nggak fokus. aku ngebut… aku nggak lihat mobil kalian. pas aku sadar… semuanya sudah terlambat.” air matanya jatuh. “papa mama tahu. mereka memutuskan buat merawat kamu… karena itu tanggung jawab kami.” “bukan karena kasihan,” kamu menyela lirih. dia mengangguk. “karena dosa kami.” kamu menggenggam pisau itu lebih erat. “aku benci kamu,” bisikmu. heeseung mendekat lagi. sampai ujung pisau hampir menyentuh dadanya. “kalau itu bisa bikin kamu lega… lakukan.” dia memegang pergelangan tanganmu, menuntunnya ke arahnya. “bvnuh aku.” kamu membeku. “aku pantas.” air matamu jatuh semakin deras. “tapi kamu nggak pantas jadi pembunuh,” lanjutnya pelan. “jangan jadi sepertiku.” tanganmu melemah. pisau itu jatuh ke lantai. “aku nggak mau jadi kayak kamu,” ucapmu lirih lalu kamu berbalik dan berlari keluar rumah. — hujan masih turun. kamu berlari tanpa arah. tangisanmu bercampur dengan suara hujan. semua terasa hancur klakson terdengar. terlalu dekat. kamu menoleh— dan mobil itu sudah melaju ke arahmu. dalam sepersekian detik, seseorang mendorong tubuhmu keras ke samping. kamu jatuh ke trotoar. saat kamu membuka mata… heeseung terbaring di jalan. mobil itu sudah berhenti. orang-orang berteriak panik. kamu merangkak mendekatinya. “Kenapa…” suaramu gemetar. heeseung tersenyum lemah. “hidup kamu… jangan hancur lagi karena aku.” air mata bercampur hujan di wajahnya. “maaf.” (+komen) #pov #heeseung #fyp
POV: hari ini, umurmu akhirnya pas menginjak 19 tahun. ulang tahunmu di rayakan, sangat mewah. ini adalah ke 4× nya di rayakan semenjak kejadian mengerikan yang membuat dunia mu hancur saat itu. 5 tahun lalu, saat kamu pulang sehabis berlibur dengan kedua orang tuamu, tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan penuh men4brak mobil kalian. kecel4kaan besar terjadi, dan kedua mobil yg terlihat sangat hancur. tak tau apakah orang nya selamat atau tidak tapi yg pasti kedua orang tua mu tidak selamat. tapi untungnya kamu selamat, dengan luka yang cukup parah setidaknya kamu selamat. kondisi mu sangat melemah, begitu kamu hampir pingsan kamu melihat seorang pria yang berdiri di hadapan mu sambil mengatakan.. "maafkan aku.." ucapnya gemeteran. kmu tak melihat jelas siapa pria itu, yang pasti kmu langsung pingsan saat itu. dan begitu kmu sadar ternyata sdh di rumah sakit, dan berdiri dua org yang sedang menatapmu dengan wajah khawatir. mereka trnyata teman baik orang tuamu, dan mereka punya 1 satu anak yang berumur 20 tahun saat itu—dan nama anaknya Lee heeseung. mereka memberi tau mu bahwa mereka akan merawat mu dan menjadikan mu anak mereka. kamu tak punya pilihan saat itu, karena kamu hanya punya mereka. keluarga mu yang lain tak peduli dan hanya mereka yg peduli. kamu bersyukur bisa bertemu mereka, karena mereka sangat menyayangimu walaupun beda dengan heeseung. ——— bagaimana hubungan mu dengan heeseung? kalian baik' saja. sejak awal kamu datang heeseung tidak terlalu peduli tapi juga tak keberatan. tapi ntah mengapa setiap kali melihat heeseung kamu merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu yg tak bisa dia ungkapkan pada siapapun. sifatnya padamu pun tak selalu sama, kadang ingin bicara kadang tidak. tapi bagaimana pun kamu tak peduli, yang penting dia tak masalah kamu ada di sini dan jadi saudaranya. btw, umurnya 25 sekarang. begitu kamu meniup lilin, semua org disna memberi sorakan. "selamat ulang tahun ya sayang, sehat selalu & panjang umur." ucap papanya "apapun kejadian di masalalu jangan di inget lagi ya, bahagia selalu sayang. ini hadiah dari kami." sambung ibunya. mereka selalu memberi hadiah yang sangat mewah, kadang kamu selalu tak enak ingin menerimanya. heeseung menghampirimu dan memberikan sebuah kotak kecil. kamu tau itu perhiasan. dia selalu memberi mu barang mahal. dan saat kamu ingin berterimakasih dia langsung pergi. selalu begitu, dia hanya datang untuk melihatmu tiup lilin dan memberi hadiah lalu pergi. ——— saat dia pulang kerumah, dia melihatmu ketiduran di sofa. kamu sangat lelap karena sudah pasti sangat lelah karena acara itu. dia tak langsung masuk dan malah berdiri diam sambil menatap wajahmu yang sedang tertidur di sofa. "dia tumbuh lebih cantik dari pas awal dia datang kesini.." ucapnya pelan. dia ingin pergi masuk ke kamarnya tapi jadi memikirkanmu karena tak mungkin membiarkan mu tidur di sofa apalagi cuaca sedang sangat dingin. dia langsung berpikiran untuk menggendong mu ke kamar, tpi saat ingin menggendong mu kamu terlalu banyak gerak dan langsung menariknya. kalian jadi tak sengaja berciuman, itu lngsung membuat mu terbangun karena terkejut. heeseung dgn cepat lngsung dengan cepat berdiri dan membelakangi mu. "aku nggak ada maksud, jangan salah paham." "aku tau kok, maaf ya kak." Ucapmu panik. sebelum dia pergi, dia mengatakan sesuatu. "maaf.." itu bukan pertama kali kamu mendengar heeseung mengucapkan kalimat maaf, dia sering mengatakan maaf secara tiba'. kamu benar' tak mengerti tentang heeseung, kamu merasa ada yang aneh darinya tapi ntah apa itu. sekitar jam 2 dia terbangun karena ingin minum, langkahnya terhenti tepat di sofa tadi. ternyata kamu masih tidur disitu. "dasar pemalas." dia langsung menggendong mu. saat tau dia sdh pergi kmu langsung membuka mata, kmu hnya pura' tidur. tadinya kamu pikir bisa mengambil kunci yg dia jadikan kalung di lehernya itu, tapi trnyata sngat sulit. itu kunci yg slama ini kmu incar. krna sejak lma dia pakai. (part 2?) #pov #enhypen #heeseung #foryoupage #heeseungpov
POV: dikarenakan menjalin hubungan yang sehat dan damai tak terasa sekarang hubungan mu dengan sunghoon sudah berjalan 4 tahun. dan umur mu sekarang 21 sedangkan sunghoon 24 tahun. hubungan kalian memang sangat bahagia, tapi ada satu masalah yang membuat kalian tidak yakin bisa bersama di masa depan. bukan hal sepele. karena sunghoon adalah saudara tirimu. ibu mu menikah dengan ayahnya sunghoon saat kamu masih smp. dan tak di sangka sunghoon akan sangat tertarik padamu dan akhirnya berani pacarin kamu. kenapa kamu mau? karena dari dulu ibumu tak pernah perduli padamu semenjak ayahmu tiada, dia merasa kamu hanya pengganggu. tapi karena pesan ayahmu yang menyuruh ibumu menjagamu dengan baik, dia terpaksa tetap memberi mu uang dan merawat mu tanpa kasih sayang. dan semenjak dia menikah lagi, kamu sudah mulai merasakan kasih sayang sedikit demi sedikit dari ayah tirimu dan juga sunghoon—ya walaupun sunghoon tipe cowo yang cuek. karena terus di manjakan oleh sunghoon dan terus di buat bahagia kamu akhirnya mau menerimanya sebagai pacarmu—walaupun kalian tau itu akan sulit karena harus di sembunyikan. tapi untung nya tidak pernah ada kecurigaan. ——— malam itu orang tua kalian belum pulang dan sunghoon baru pulang kerja. seperti biasa, kamu menyambutnya dan langsung mengajaknya makan karena dia sudah pasti selalu lapar setiap pulang. jadi kamu selalu masak untuknya. "gimana hari ini? ada yg spesial?" tanya mu basa basi. "ga ada, cuman hari kaya biasanya sayang." jawabnya lembut lalu tersenyum. kamu hanya mengangguk dan lanjut mengunyah makananmu. sunghoon tiba-tiba berhenti makan dan langsung menatapmu serius. "mau sampai kapan kita harus diam-diam begini? uang buat nikahin lu udah ada tapi hubungan kita masih gada yg tau." kamu langsung tersedak. sunghoon dengan cepat langsung mengambilkan mu minum dan minta maaf karena bicara begitu. "kak yang bener aja, kalo aku sih udah pasti ga nolak tapi emang udah punya cara buat ngomong biar di restui?" ucapmu akhirnya. "kenapa kalian bisa seberani itu?" suara itu.. ayah tirimu. kalian langsung membalikkan badan dan melihat mereka sudah berdiri disana sambil memasang ekpresi yg sulit di jelaskan. ibumu sudah pasti sangat murka, dia langsung menghampiri mu dan langsung men4mparmu. saat dia ingin men4mparmu lagi sunghoon dengan cepat melindungi mu, alhasil dia yang kena. tapi itu belum seberapa karena kemudian ayahnya juga men4mparnya. mereka berdua sangat marah setelah mengetahui hal ini. "memangnya kenapa kalo aku pacarin dia? toh aku juga yang selalu ada buat dia dari pada ibunya sendiri yang ntah masih pantas di bilang ibu atau bukan." ucapnya keras sambil menatap tajam ibumu. sunghoon sempat menatapmu lalu melangkah pergi. tapi belum jauh dia pergi tiba-tiba ayah tirimu mengatakan sesuatu. "sebaiknya kalian putus, karena kami akan menjodohkan y/n dengan anak bos nya ayah!" sunghoon membalikkan "apa kalian udah g1la!?" ucapnya meledak. kamu dan ibumu langsung memisahkan mereka yang hampir berkel4hi. "udah kak gppa, dengerin aja mau mereka." Ucapmu agar sunghoon lebih tenang. dia terlihat sudah tenang, kemudian dia menatapmu serius lalu smirk. "oke kalo itu yang kalian mau, kalian yg maksa kan." dia pun akhirnya pergi ke kamarnya. ——— saat kamu tidur, kamu merasa bahwa pintu kamarmu telah terbuka. jadi kamu langsung bangun karena takut itu adalah orang jahat. kmu langsung mmbawa apa saja yg bisa kmu pakai untuk menyerang jika dugaan mu benar. begitu kamu semakin mendekatinya, kamu langsung siap untuk menyerang tapi dia langsung menahan mu dan langsung menyalakan lampu. ternyata itu adalah sunghoon, dia datang dengan ekpresi yg aneh. "lu beneran mau kan nikah sama gw? jawab jujur." tanyanya serius. "iya mau kak, kan aku udah bilang." dia langsung tersenyum lalu menc1um mu tiba'. kali ini c1uman nya agak kasar. dia memaksamu untuk melakukan hubungan terlarang itu, karena cuman itu satu' nya cara agar kalian bisa menikah walaupun terpaksa. (+komen) #pov #enhypen #sunghoon #foryoupage #sunghoonpov
POV: hari ini, kamu berdiri di altar pernikahan dengan gaun yang sangat indah dan pernikahan ini sangat megah. tapi siapa yang menyangka bahwa yang jadi suamimu adalah pacar dari sahabat mu sendiri—nayla. dia riki, 24 tahun, tampan tapi cuek. kalian di jodohkan karena bisnis orang tua kalian. awalnya kamu tidak masalah, tapi setelah tau siapa orangnya kamu jelas langsung menolak. tapi tiada pilihan bagi kalian berdua, akhirnya riki disuruh mengakhiri hubungannya dengan nayla hari itu juga. mereka sudah 3 tahun pacaran, kamu yakin riki sudah pasti tidak akan mau melakukannya apalagi hanya karena untuk menikahimu. tapi faktanya, riki langsung mengakhirinya dan kamu mendengarnya langsung. "puas?" ucapnya dengan nada berat. dan disitu juga kamu harus menerima kenyataan bahwa nayla sangat marah dan langsung mengakhiri persahabatan kalian yang dimana kalian sudah bersahabat sejak kecil—dan semua itu hancur karena pernikahan ini. ——— kamu mengikuti riki dan berjalan agak dekat di belakangnya. tapi tiba-tiba dia berhenti dan langsung berbalik badan. kamu langsung terdiam begitu melihat tatapannya yang sangat tajam. "kamar lo yg sebelah kanan, sedangkan ruangan depan kamar lo itu jangan sampai sedikitpun lo berani masuk kesitu." ucapnya penuh tekanan, kemudian dia pergi merebahkan dirinya di sofa. kamu tidak banyak bicara dan langsung membawa koper ku menuju ke kamar yg di maksud riki. kamu sangat terkejut melihat kamar yang semewah itu, sangat mewah dari pada kamarmu. dengan perasaan senang kamu langsung merebahkan diri di kasur itu, rasanya sangat empuk. kamu sangat menyukai kamar itu. saat kamu sudah siap tidur, kamu terkejut tiba' riki datang dan langsung merebahkan dirinya di sebelahmu. "loh bukanya lo bilang ini kamar gue? ngapain lo disini?" tanyamu. "kamar gue di kunci sama ortu gue, itu udah pasti karena mereka takut kita pisah kamar." jawabnya santai. karena dia berjanji tidak akan macem-macem padamu, kamu akhirnya pasrah berbagi kamar dengannya. ——— awalnya tidak ada masalah apapun, tapi setelah seminggu kemudian kamu mulai dapat kabar' yang mengganggu pikiran mu. itu adalah ulah nayla yang masih tak bisa mengikhlaskan riki menjadi suamimu. rasa emosinya semakin membara karena dia sudah berusaha kembali menggoda riki dengan berbagai cara tapi riki tak tertarik dan terus mengatakan padanya bahwa dia sudah melupakan semuanya apalagi dia sudah menikah sekarang. akhirnya nayla mulai menyebar berita hoax dan terus menjelekkan kamu dan bilang bahwa kamu sudah merebut riki darinya. dan itu berhasil membuat banyak orang jadi tak menyukaimu dan parahnya lagi, mereka melemparkan sampah kepadamu saat kamu sedang lewat. riki tidak pernah tau tentang kelakuan mantannya itu, karena dia jarang buka hp akibat sibuk kerja. dan kamu pandai membuatnya terlihat seperti baik baik saja, jadi riki tidak curiga. bagaimanapun nayla adalah mantan sahabat mu, dan riki adalah pacarnya tapi kamu malah mengambil posisinya dengan langsung menikahinya—tentu saja rasa penyesalan jadi selalu menghantuimu. tapi disitulah kesalahan mu yang sebenarnya. karena nayla tau kamu tidak mengadu pada riki, dia jadi sangat berani. dan kali ini dia melangkah lebih jauh dibutakan karena rasa cintanya pada riki dia rela membayar orang untuk mencelakai mu. dan rencananya berhasil. malam itu kamu baru pulang dari belanja, dan tiba-tiba mobil besar men4brak mobil mu dari belakang. untungnya kamu masih selamat padahal mobilmu hancur. tapi karena kondisi mu yang cukup parah, kamu langsung dilarikan ke rs saat itu juga. riki dan semua keluarga kalian telat datang karena macet, jadi kamu di tinggal di ruangan itu sendirian. dan nayla diam' masuk, dia belum puas karena kamu masih hidup. tatapan kesalnya terlihat sangat jelas, dia sangat ingin langsung membvnuhmu. akhirnya pelan' dia menutupi wajahmu dengan bantal agar tidak bisa membuatmu bernapas lagi. karena kondisi mu sangat lemah kamu tidak ada tenaga untuk melawan. (lanjut dikomen) #pov #enhypen #ni_ki #foryoupage #enhypenpov
POV: hari itu, hari dimana kamu harus menerima kenyataan bahwa kamu akan di jodohkan oleh anak dari boss nya ayahmu. namanya kim sunoo, dan umurnya baru 24 sedangkan kamu 21. saat kamu melihatnya, dia terlihat pendiam, dan kamu bisa melihat dari tatapannya dia terlihat tulus. ayahnya bilang, dia jadi sangat pendiam semenjak kepergian ibunya. sebulan kemudian pernikahan kalian akhirnya di gelar. sangat megah, dan semuanya sesuai yang kamu inginkan. kamu menggunakan gaun yang sangat indah, terlihat sangat cantik. kamu melihat kearah sunoo yang terus berdiri diam, seperti patung. dia bahkan melamun sampai beberapa kali tidak dengar saat di panggil. kamu merasa sangat kasian melihat nya seperti itu, seperti pria yang sangat hancur. tapi dia sempat tersenyum padamu saat memasangkan cincin di jarimu, dan dia juga mencium mu di depan semua orang tanpa menolak. sebelum pernikahan kamu terus berusaha mencuri hatinya sunoo, walaupun kamu belum mencintainya, tapi melihatnya seperti itu tentu saja kamu tak tega. ayahnya juga akhirnya menceritakan kebenarannya bahwa kepergian ibunya sunoo memang ada hubungannya dengan sunoo, yang dimana mereka kec3lakaan karena sunoo menyetir mobil dengan keadaan mabvk. karena mereka habis menghadiri acara keluarga, dan sunoo minvm terlalu banyak padahal sudah di larang ibunya. dan 1 lagi, dia bukan pria yang bisa di bilang baik sebelumnya. dia susah diatur, dia tak pernah mendengarkan dan terus membantah ibunya—ini alasannya dia merasa sangat terpukul. dia selalu menyalahkan dirinya sendiri sejak saat itu, bahkan dia sering sakit karena selalu kepikiran dan akhirnya mimpi buruk. ——— malam itu, setelah acara selesai kamu langsung pulang bersama sunoo. dan kalian sudah sepakat akan tinggal dirumah sendiri, tidak tinggal bersama orang tua. rasa canggung terlihat sangat jelas. apalgi setelah mencoba mengajak sunoo ngobrol, dia hanya menjawab sesekali dan lebih sering mengangguk dan senyum kecil. karena sama' lelah, kalian akhirnya beristirahat. kalian tetap sekamar, tidak ada aturan harus tidur disofa. dia juga tidak menjaga jarak, seakan dia sebenarnya tidak membencimu, hanya saja masalahnya yg membuatnya seperti itu. bahkan saat kamu merasa tidak nyaman di tengah malam, dia langsung terbangun dan langsung mendekat lalu memelukmu. dan itu berhasil membuat tertidur karena merasa hangat. besoknya, kamu sangat panik karena kamu bangun kesiangan. padahal kamu sudah menjadi istri seseorang, harusnya lebih terbiasa bangun pagi karena harus menyiapkan sarapan. kamu langsung buru' bangun lalu pergi mandi. sesampainya didapur, kamu sudah melihat banyak makanan di meja. ternyata sunoo sudah duduk disana sambil menunggumu turun. "maaf ya, aku belum terbiasa selalu bangun pagi." Ucapmu menyesal. dia mengangguk lalu tersenyum. kamu sangat tergoda melihat semua makanan itu, terlihat sangat enak dan wangi juga. sunoo mengambil nasi untukmu, dan kamu langsung melahap makanan' itu. "aku ngga tau kamu pinter masak," kamu sangat menyukainya. "tapi kenapa kamu ngga makan?" "itu semua aku lihat di resep masak ibuku.. dia selalu masak banyak buat aku tapi aku malah.. sering milih makan di luar dan buat dia kecewa." dia terus mengelus buku resep itu. kamu langsung berhenti makan, rasanya sesak sekali mendegarnya. "boleh aku liat buku resep nya?" dan setelah dia berikan, kamu melihat banyak makanan yang mungkin bisa kamu masakan untuknya nanti malam. sambil mencoba mencairkan suasana, kamu terus berusaha mengajaknya bercanda dan itu berhasil membuatnya tertawa walaupun sebentar. saat selsai makan, kamu ingin membereskan piring kotor tapi dia melarangmu. "udah duduk aja, aku aja yang cuci piring." kamu hanya mengangguk karena dia menolak di bantu. "mau jalan ngga? kita cari angin di taman." tanya nya. kamu setuju dan langsung pergi untuk berganti pakaian. itu membuatnya tersenyum tanpa sadar, dia merasa kamu itu lucu dan baik. (+ komen) #pov #enhypen #sunoo #enhypenpov #foryoupage
Membalas @luckyen_ntar lagi pov ini end.. dan aku ga bakal buat pov begini lagi karena bukan cmn cape, tapi butuh alur yg pasti biar ga keliru', karena jujur povnya jadi ga jelas.. #pov #enhypen #jungwon #fyp #jungwonpov
Turn 1 Long Video into 10 Viral Shorts
Upload one YouTube video and auto-generate multiple TikToks, Reels, and Shorts in minutes.
POV: tahun ini kamu dan sahabatmu, elina di terima bekerja di salah satu perusahaan ternama di kota kalian. tidak mudah untuk masuk di perusahaan milik tuan `yang` ini karena tidak sembarangan orang berhasil masuk. tapi siapa yang menyangka kalian berdua berhasil bersama—karena kalian sudah memimpikan bekerja disana sejak lama. walaupun hanya jadi karyawan biasa, gaji kalian sangat besar. kamu juga senang bekerja disana, karena melihat semua orang yang bekerja disana sangat baik padamu. saat kamu sedang mengerjakan pekerjaanmu, seisi perusahaan tiba-tiba langsung heboh—terutama para cewenya. dan setelah bertanya pada elina, ternyata hari ini pemilik alias ceo perusahaan ini datang. kalian semua berdiri di depan perusahaan untuk menyambut bos kalian. begitu dia keluar dari mobil, semuanya tak sanggup bersuara lagi. dia berbadan besar, tampan, dan punya senyum yang menggoda. dia adalah yang jungwon, umurnya baru 27 tahun dan belum punya kekasih. bagaimana mungkin jika semua cewe di perusahaan tidak akan tertarik padanya. "keknya gue bisa dapetin dia deh y/n," ucapnya padamu sangat yakin. "kayanya gue bakal deketin dia, siapa tau dia tertarik sama gue kan." kamu sangat terkejut mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut elina. karena kamu sudah bersahabat dengannya sejak kecil, jadi kamu sangat mengenalnya. dan dia tidak pernah berubah sejak dulu, selalu seperti itu setiap kali melihat pria kaya. sebenarnya itu bukan masalah, tapi kamu tau bahwa dia tak pernah setia dengan pria yang jadi kekasihnya. dia tidak pernah menyimpan cukup 1 pria di hatinya. bahkan yang paling gila, dia pernah berpacaran dengan pria berkepala 4 hanya untuk menguras hartanya. dan kamu teringat 1 hal yang menyakitkan. bahwa dia pernah merebut kekasih mu juga dan itu sempat merusak persahabatan kalian. tapi akhirnya kamu mencoba mengikhlaskannya karena tak ingin persahabatan kalian rusak— itu bodohnya kamu, dia jadi seenaknya. "lo yakin ini ngga kelewatan? lo kan belum putus." Ucapmu. "tapi jungwon ini lebih jaya, bodoh. lo ngga mau gue bahagia ya?" dia kemudian tersenyum lalu memegang kedua tanganmu. "bantuin gue ya." kamu hanya menganggukan kepala, ragu. begitu jungwon hampir jalan didepanmu, matanya tertuju padamu. dia sempat menatapmu serius. kamu hanya tersenyum lalu menundukkan kepala. setelahnya dia smirk lalu berjalan masuk. ——— sudah sebulan, sejak kedatangan jungwon hari itu elina semakin menjadi-jadi. setiap harinya selalu berusaha menggoda jungwon di ruangannya dengan berpakaian sexy. dan kamu pikir jungwon mungkin suka, karena dia tak pernah marah dan membiarkan elina selalu masuk keruangan nya. dan malam itu kamu di suruh lembur, jadi kamu meminta elina menemanimu. tapi dia langsung menolak dan berbicara dengan nada tinggi. "apaansi lo? gue capek, ngga usah manja deh y/n lo udah gede." dia langsung pulang tanpa memikirkan mu. kamu hanya menggelengkan kepala, lalu lanjut mengerjakan pekerjaan mu. saat kamu sedang sibuk mengerjakannya, tiba-tiba ada tangan besar yang memegang pundakmu—itu adalah jungwon. dia juga memeluk mu dari belakang, dan tangannya yang liar mulai meraba pinggang mu. "pak jungwon.." kamu berusaha mendorong jungwon tapi gagal karena dia sangat kuat. "apa kamu ngga tertarik sama saya? kenapa harus temanmu yang ngga tau diri itu," dia mulai menc1umi lehermu. "padahal saya tertarik nya sama kamu." begitu dia membalikan badanmu dia langsung mengangkatmu ke meja. dia langsung menc1ummu. kamu sontak langsung mendorongnya. "manis." dia tertawa kecil. "p-pak ini ngga pantes.." jelasmu. "memangnya kenapa? aku bosmu, jadi aku pantes ngelakuin apapun yang ku mau." pintu perusahaan tiba-tiba terbuka, angin langsung menerjang masuk. "Y/n, ada barang gue yang—" elina terkejut melihatmu berduaan dengan jungwon. "lo mau godain pak jungwon?" tuduhnya jelas. kamu yang sudah tidak tahan akhirnya langsung menarik kerah bajunya jungwon dan langsung menc1umnya langsung di depan elina. (+komen) #pov #jungwon #fyp #enhypen #foryoupage
POV: sesampainya dirumahmu, kamu langsung berterimakasih pada jay karena sudah mengantarkan mu pulang. walaupun kamu merasa kasian pada heeseung, tapi ntah mengapa kamu sangat ingin membalas kelakuannya. "makasih banyak ya jay," kamu tersenyum padanya. "tapi maaf, gue ngga bisa balas cinta lo karena gue masih ngga bisa lupain heeseung." jay tersenyum pait. "maaf kalo udah buat lo risih, gue ngga bakal maksain perasaan lo kok." jay langsung pergi. kamu juga khawatir padanya, karena selama kamu mengenalnya dia sangat baik dan perhatian padamu. tapi bagaimanapun kamu masih terus memikirkan heeseung, apalagi akhir' ini dia sangat kacau. ——— kamu tau heeseung akan pergi ke bar lagi hari ini—dia memang begitu saat dia sedang kacau. dan kamu juga tau kamu sudah tidak bisa masuk lagi kesana akibat ulahnya heeseung. tapi tetap ingin membantunya. jadi kamu tetap nekat datang. tapi kamu langsung menghubungkan yuri sebelum masuk. dia keluar dan menjauh dari sana agar hilang dari pandangan cctv. "gue bakal bantu lo, tapi kali ini aja ya." senyumnya. "iya kali ini aja, gue harus lurusin masalah gue sama heeseung." balas mu. "cepet rujuk deh lo berdua, gue muak banget liatnya. taruhannya nyawa ini setiap ada heeseung disini." jujurnya. kamu tertawa kecil. kalian akhirnya pergi ke sebuah ruangan untuk bertukaran baju, dan kamu akan masuk sebagai yuri dan pergi membantu heeseung. sedangkan yuri, dia akan berjaga di luar jika kamu butuh sesuatu. dan untungnya tidak ada siapapun yang mencurigai mu, jadi kamu bisa menjalankan rencana mu dengan sangat lancar. setelah keliling mencari heeseung di beberapa ruangan, kamu menemukannya berada di ruangan yang paling pojok. kamu melihat nya duduk bersama beberapa wanita cantik. dan seketika kamu merasakan sakit di hatimu. "gue sakit hati? mustahil banget.." kamu merasa semakin sesak. "udahlah sebaiknya cepet bantu dia, dan liat kelanjutannya gimana." kamu langsung menyuruh semua wanita itu pergi, dan mereka langsung pergi tanpa bicara banyak. kamu langsung mendekati heeseung, tapi dia langsung menatapmu tajam. "kenapa diusir? gue bayar mahal buat mereka." ucapnya. kamu langsung berdiri tepat di depannya heeseung—dengan cepat kamu menarik kasar kerah bajunya dan meluapkan kekesalan mu. "Lo bisa ngga jangan gini hee!? gue beneran cape liat kelakuan lo terlalu berlebihan akhir' ini, lo tau nggabetapa bahayanya ini buat kesehatan lo?" kamu terus meluapkan semua kekesalan mu. "ngatur lo, emang lo siapa? y/n bukan?" dia tertawa lalu menyenderkan dirinya di sofa hingga membuat mu tertarik dan jatuh di pelukannya. dia melepaskan topengmu, dia tidak tau bahwa itu kamu—karena yang dia pikirkan, jika itu beneran bukan kamu mungkin dia akan membuat orang itu dipecat. kamu hanya diam menatapnya. ekpresi wajahnya heeseung langsung berubah, dia merasakan sakit hati juga begitu melihatmu karena teringat tentang mu dan jay. dia tertawa kecil, dan ingin menjauh darimu. "kenapa lagi lo kesini? siapa yang ngasih lo izin?" dia kemudian menatapmu. "lo harus keluar dari sini." dan saat dia ingin meneriaki seseorang, kamu langsung naik kepangkuannya dan langsung menutup mulutnya. "hee please, jangan gini." tapi dia tak peduli dan mendorong mu agak kasar, tapi kamu tetap bertahan di pangkuannya. "kalo lo teriak, gue bakal teriak juga dan buat lo di tuduh macem' ke gue." "kalo lo teriak tapi belum gue macem' in sayang banget dong, kena tuduh doang ga dapet apa-apa." dia langsung menc1ummu. walaupun dia tau kamu pasti akan mendorong atau men4mparnya. tapi nyatanya tidak, kamu membalasnya dengan sangat lembut dan tidak terpaksa sama sekali. itu jelas membuat sangat terkejut. "Y/n? l-lo.." "bohong kalo gue udah ngga nge harapin cinta lo hee." jujur mu. mata heeseung langsung berkaca-kaca. dia langsung memeluk sangat erat. "ini artinya lo mau ngasih gue kesempatan dan percaya lagi sama gue?" tanya nya penuh harapan. kamu langsung mengangguk lalu tersenyum, dan kamu juga membalas pelukannya. (END). #pov #heeseung #fyp
PT 5 | POV: heeseung berniat membawa mu kerumahnya. dan selama dimobil terus berusaha mendobrak pintu mobilnya heeseung tanpa peduli jika pintu itu terbuka kamu akan jatuh dan terluka parah. karena heeseung masih tidak memperdulikanmu, kamu langsung menggigit tangannya. dia yang kaget langsung menekan kuat pipi mu dengan satu tangannya yang besar. "engga usah mancing emosi gue bisa?" ucapannya tidak kasar, tapi tatapan matanya cukup untuk menjelaskan. tapi itu tidak membuatmu takut. kamu malah terus melontarkan ucapan menyakitkan padanya, belum lagi kamu mengungkit semua yang dia lakukan padamu dulu saat kamu masih jadi istrinya. "lo engga perlu repot-repot nyari gue hee, gue tau mungkin ortu gue bakal marah, tapi lo ga perlu ikut campur." kamu mendekatkan wajahmu. "karena kita bukan siapa' lagi." dia langsung menarik mu duduk di pangkuannya. kamu berusaha melepaskan diri tapi memeluk pinggang mu dengan satu tangannya—dan itu sangat kuat. tapi kamu bukan penghalang untuk dia menyetir, dia semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. dengan posisi itu tentu saja kamu takut, karena itu sangat berbahaya. kamu sengaja berteriak agar dia melepaskan mu, tapi dia malah menc1ummu. dan dia tidak ingin melepaskan c1uman itu—tak peduli walaupun kamu hampir kehabisan nafas. kamu akhirnya dengan perasaan kesal langsung mengigit b1b1irnya hingga berd4rah. "hee! lo beneran udah g1la!" kamu mencoba mengatur nafasmu. dia menatapmu lalu terkekeh. dia akhirnya memperbaiki posisimu agar kamu nyaman duduk di pangkuannya tanpa rasa takut. "gue kangen banget sama lo y/n.. gue nyesel." dia mengakuinya. kamu tidak menjawabnya, dengan lembut kamu melepaskan tangannya lalu pindah duduk kembali di kursi sebelah. kamu terdiam menatap jalanan didepanmu. heeseung langsung memvkul setir mobil nya cukup keras. rahangnya mengeras, belum lagi ekspresi wajahnya yang terlihat sangat kesal. dia ingin marah karena dia sangat menyesali perbuatannya. tapi memafkannya takkan semudah itu—dan dia tau itu. kamu tau perasaannya, tapi kamu tetap memilih diam. dia akhirnya berhenti. bukan dirumahnya, tapi di jalan. "turun." ucapnya putus asa. tidak banyak bicara, kamu memilih turun. "makasih hee, hati-hati ya." kamu tersenyum tipis. heeseung hanya mengangguk pelan tanpa melihatmu lalu dia langsung tancap gas dengan kecepatan penuh. di mobil, heeseung terus memikirkanmu. bukannya memperbaiki hubungan dia malah membuatmu semakin kesal. dia kemudian menelfon asisten pribadinya. "buat y/n di blacklist dari semua tempat kotor itu, buat dia di pecat." "tapi bos, bukannya terlalu jahat?" ucap asistennya ragu. "lagipula dia kan bukan istri bos lagi." "apa katamu?" tidak kasar, tapi cukup membuat asistennya ketar-ketir ketakutan. "ehh iya maaf bos, saya lakukan sekarang." heeseung yang khawatir akhirnya putar balik untuk menjemputmu. begitu sampai, dia lega masih melihatmu disana. tapi begitu mobilnya hampir dekat, ada sebuah mobil lain berhenti disana. dari mobil itu keluarlah seorang pria—berwajah tampan, tinggi dan berbadan besar sama seperti heeseung. dia adalah jay—dia adalah temanmu yang baru saja kamu kenal saat dia datang ke tempat mu bekerja. sejak saat itu dia selalu mendekati mu. kamu dan jay baru saja hampir memasuki mobilnya jay. tapi heeseung sengaja menghentikan mobilnya tepat di depan mobil jay. kemudian dia turun dan langsung menarik lenganmu cukup kasar. tapi kamu langsung menepis tangannya. "apaansi lagi hee? engga jelas bnget." "udahlah bro, mantan suami sewot amat." ucap jay sengaja. "diam lo." heeseung masih berusaha menarikmu. "ayo pulang sama gue y/n, biar gue anter." kamu melepaskan tangan heeseung lalu menggengam tangan jay. kamu tersenyum. "maaf ya hee, aku nggak bisa." kamu memilih pulang dengan jay. sebelum jay masuk ke mobil, dia sempat smirk pada heeseung—sebagai ejekan karena dia yang menang. heeseung hanya bisa mengepalkan tangan dan terus menatap kearah mobil nya yang mulai menjauh. lnjut? #pov #enhypen #heeseung #fyp
PT 4 | POV: sudah tiga hari kamu tidak melihat heeseung lagi di tempat kerjamu, kamu pikir mungkin dia sudah lelah kesana. tapi yang kamu tidak tau bahwa heeseung ternyata pulang ke negara asal kalian, dan niat nya adalah untuk datang kerumahmu. dia ingin berkunjung dan membawakan mu oleh-oleh yang banyak. dia jadi selalu memikirkanmu akhir-akhir ini. dan setiap dia melihat mu di bar, dia merasa tenang kembali. heeseung disambut dengan sangat baik oleh kedua orang tuamu—tentu saja begitu. setelah mereka ngobrol sebentar tentang hal lain, heeseung akhirnya menanyakan mu. "pak, y/n mana? udah lama banget nggak ketemu dia." heeseung tersenyum. ayahmu langsung menatapmu ibumu, lalu kembali menatap heeseung. "nak hee nggak tau ya kalo y/n juga ada di amerika?" ayahmu tersenyum ragu. "iya nak hee, udah ada sebulan mungkin dia kesana. katanya sih mau cari kerja karena mau mandiri." balas ibumu. seketika senyum heeseung langsung hilang. "kok aku nggak pernah ketemu dia sekalipun?" "masa sih? mungkin kalian ketemu tapi kebetulan lagi nggak saling liat?" balas ayahmu. heeseung langsung teringat akan kejadian di bar waktu kamu hampir ketahuan. "tapi pas pergi ke bar sama temen-temen kantor, ada satu bartendernya yang mirip banget sama dia, tapi sayangnya pas ku buka topengnya, ternyata bukan." ibumu langsung menatap ayahmu dengan wajah penuh kekhawatiran. "aku nggak mau anak kita sampai kerja di tempat kaya gitu sayang, anak kita satu'nya." ibumu langsung menangis. sebelum ayahmu angkat bicara, heeseung sudah lebih dulu memotong. "pak biar saya terbang lagi keamerika hari ini juga buat nyari dia, kalian jangan khawatir." dia memegang pundak mereka. "aku bakal cari dia." dia langsung pergi dengan buru'. ——— sudah dua hari dia bolak balik kesana hanya untuk mencarimu—tapi bahkan tak ketemu. dia bahkan mencari ke semua tempat lain, tapi tidak menemukan mu juga. dia juga sudah menyuruh asisten pribadinya untuk melacakmu, tapi belum juga ketemu. kamu memang tidak berangkat bekerja selama dua hari itu, karena kamu kurang enak badan dan izin tidak masuk. setidaknya itu menyelamatkan mu—tapi kali ini tidak lagi. kamu masuk kerja hari ini. kamu jadi sangat semangat bekerja karena kamu jadi lebih banyak dapat uang—padahal kamu tau juga bahwa itu bukan hal baik. kamu mengantarkan minvman semua pelanggan dengan semangat. kamu tidak sadar bahwa heeseung datang—kali ini dia membawa semua bodyguard nya agar benar-benar tidak ada yang lolos lagi. kamu akhirnya mengantarkan pesanan kemeja terakhir. "silahkan di nikmati tuan." kamu tersenyum. heeseung berpikiran untuk melewati mu, tapi langkahnya terhenti setelah melihat tanda lahir berbentu bulan sabit di lehermu. tanda lahir itu sangat indah, sangat mudah mengenalimu—dan bodohnya heeseung karena tidak mengingat tentang tanda lahir itu. dia lebih yakin lagi setelah melihat anting dan gelang mu, semua itu di berikan oleh ibunya saat pernikahan dulu. heeseung langsung mengisyaratkan bodyguardnya, mereka akhirnya langsung menahanmu. semua bodyguard yang lain membawa semua pekerja disana berkumpul di satu ruangan itu agar tidak ada yang kabur lagi. kamu jelas sangat panik, belum lagi kamu melihat semua temanmu di tahan—termaksud yuri. dia hanya bisa pasrah dan menyesal membuat mu seperti ini. kamu belum sempat bicara, heeseung dengan cepat melepas topeng mu, dan.. kamu akhirnya ketahuan, dan tidak bisa mengelak lagi. "h-hee gue.." kamu tak sanggup bicara lagi setelah melihat heeseung. rahangnya yang mengeras, matanya yang menatapmu tajam dan tangannya yang mengepal—tentu saja, kamu akan habis setelah ini. "siapa yang berani membuat nya datang ke tempat seperti ini! jawab!" emosinya, dia menatap tajam semuanya. yuri langsung berlutut di hadapan heeseung, karena dia sangat takut kamu akan dalam masalah. "gue yang ngajak dia, lo bisa hvkum gue." yuri melepas topengnya. heeseung tak menjawabnya, dia langsung menggendong mu paksa di pundak nya lalu pergi dari sana. lnjt? #pov #enhypen #heeseung #fyp #heeseungpov
PT 3| POV: tak lama setelah heeseung mengucapkan itu, dia langsung tertidur akibat terlalu pusing. karena merasa tak tega untuk meninggalkannya disana, kamu langsung memanggil yuri untuk membantumu membawa heeseung kesalah satu kamar agar dia bisa istirahat disana. melihatnya yang terbaring di ranjang membuatmu merasa kasian. karena dia seperti heeseung yang berbeda, bahkan dulu saat dia sakit dia tidak seperti ini. "nggak tau kenapa gue ngerasa kasian banget sama dia, ntah masalah apa yang dia alami sampai segitunya." "mungkin dia nyesel karena cerai sama lo." ucap yuri datar. "lo yakin? tapi kan dia nggak pernah suka ataupun peduli sama gue, bahkan selama 2 tahun itu masih aja nggak ada cinta." kamu merasa sedih. yuri mengusap bahumu sambil tersenyum. "itu kan yang lo kira." "maksud lo?" "emang lo bisa tau apa yang dia pikirin? nggak kan. udahlah ayo pergi sebelum dia bangun." yuri menarik mu keluar dari sana. ——— semenjak kamu bekerja disana heeseung akhirnya jadi sangat sering datang. dia bahkan sering mabvk berat dan sudah beberapa kali juga kamu dan yuri harus membawa nya kekamar untuk istirahat. tapi untungnya selama itu dia masih juga tidak pernah curiga lagi padamu, karena kamu juga menolak mengantarkan minvman kemejanya. tapi bos dan teman-temanmu memahami mu, jadi mereka tidak menyuruhmu. dan yang selalu disuruh adalah yuri, dia sampai muak dan sangat ingin melempar kursi ke heeseung setiap kali melihatnya datang. seperti malam ini. heeseung kembali lagi untuk kesekian kalinya. "mantan suami lo kayanya beneran udah ga waras deh y/n! gue nggak mau lagi y/n, gue cape." dia sampai terduduk di lantai karena merasa depresi—akibat tiap hari harus menyiapkan mental untuk mengantarkan minvman heeseung. kamu sangat menyesal, karena yuri terlihat sangat lelah harus bolak balik mengantarkannya—karena bukan sedikit yang dia pesan. kamu akhirnya bertukaran tugas lagi, kamu siap mengantarkannya kepada heeseung. "y/n? lo bercanda ya." ucapnya kaget. "nggak kok, gue bakal godain dia sedikit biar dia mau dansa sama gue." kamu smirk. "kayanya kalo cuman nganter doang nggak seru, diakan butuh hiburan." kamu mengganti pakaian mu dengan yang lebih sexy, rambut terurai, dan kamu tidak lupa dengan topengmu. itu membuat yuri sampai menganga karena nyalimu yang tiba-tiba besar. begitu kamu sampai di meja nya, dia langsung melihat kearahmu. aroma parfum mu langsung menarik perhatiannya. kamu sebenarnya tidak tau cara bagaimana menggoda seseorang, tapi mungkin kamu bisa coba dulu. kamu mulai menuangkan minvman itu ke gelas disambut dengan senyum mu. ntah mengapa heeseung merasa senang melihatnya, dan terus memperhatikanmu. kamu akhirnya duduk di pangkuannya berniat untuk membantunya minvm—tapi dengan cepat dia mencekam tanganmu. tidak sakit, tapi membuatmu tidak berani melakukannya lagi. jadi kamu membisikkan sesuatu. "mau dansa bareng, tuan?" godamu. "ntah darimana keberanian mu datang, tapi sejak tadi kamu terus menggoda ku." kemudian dia smirk dan menarikmu naik kepanggung. "mari lakukan jika begitu." kamu tentu saja gugup dan panik. tapi di balik itu ada yuri yang merasa senang, karena kalian terlihat sangat serasi. "andai aja heeseung tau kalo itu lo y/n, kalian pasti rujuk." dia tersenyum. kamu jadi sangat gugup, kamu juga berkeringat. itu membuat heeseung berhenti berdansa dan fokus menatapmu, dia juga tertawa setelahnya. dia tidak mabvk, dia masih sangat sadar—hanya saja tingkahmu membuatnya merasa ingin mencubit pipimu sangking gemesnya. padahal kamu pake topeng. "kamu yang mulai, kenapa kamu yang gugup?" dia mendekatkan wajahnya. kamu jelas langsung berusaha menghindar dengan memiringkan wajahmu. dan dengan kesempatan itu, heeseung menggunakannya untuk mencoba membuka topengmu. kamu yang menyadarinya langsung menepis tangan heeseung. "ckk." heeseung tersenyum. kamu menarik banget, makasih buat malam ini." kamu belum sempat menjawab dia sudah memberimu uang lalu dia pergi. lnjt? #pov #heeseung #enhypen #fyp
Turn 1 Long Video into 10 Viral Shorts
Upload one YouTube video and auto-generate multiple TikToks, Reels, and Shorts in minutes.
yuri yang melihat keberadaan heeseung seketika langsung panik. apalagi heeseung langsung berdiri & mencekam kuat tanganmu—dia ingin membuka topeng mu untuk membuktikan bahwa itu beneran kamu. tapi yuri dengan cepat menghampiri kalian. walaupun takut, dia tetap memberanikan diri untuk mendorong heeseung. "apa yang kamu lakuin? namanya y/n kan? saya mau tau apakah dia mantan istri saya atau bukan." ucapnya penuh tekanan. yuri angkat bicara, karena dia tak ingin heeseung berbuat sesuatu padamu jika ketahuan—apalagi ini adalah salahnya. "maaf tuan tapi b4r ini punya aturan, nggak bisa sembarangan buka topeng tanpa bayaran." kamu jelas terkejut, yuri melakukan kesalahan lagi. dia lupa bahwa heeseung bahkan bisa membeli satu b4r ini jika dia mau. "enggak tuan, maksud teman saya itu—" "berapa?" ucapnya singkat, tapi matanya tak pernah lepas darimu. wajahnya seperti ingin men3rkammu saat itu juga. kamu dan yuri saling memandang karena ketakutan dan tau harus bilang apa. dan itu membuat heeseung sangat muak. saat dia ingin meneriaki bos kalian, ponselnya berbunyi. heeseung menatap kalian tajam lalu dia langsung pergi sedikit menjauh untuk mengangkat telfon itu. dan dengan kesempatan itu kamu menggunakannya untuk lari dan meminta bantuan pada temanmu yang lain—luna, yang namanya kamu pake. kamu minta tolong untuk dia menggantikan mu. dan saat heeseung kembali, dia masih tertarik untuk membuka topeng itu. dia bahkan tidak sadar bahwa itu sudah bukan kamu. untung saja tinggi badan dan suara kalian agak mirip. akhirnya dia mengisyaratkan teman-temannya untuk memegang luna. dan begitu heeseung membuka topengnya, wajahnya langsung sangat datar. luna dengan cepat berbicara agar heeseung percaya. "saya memang y/n tuan, luna y/n everly." bohong luna. tapi tak disangka ucapan itu membuat heeseung percaya. "maaf karena saya tadi cukup kasar." heeseung menatap teman'nya. "ayo pergi, ada sedikit masalah." mereka akhirnya pergi. kamu merasa sangat lega, begitu juga yuri. karena jika yuri tidak memakai topeng sudah pasti heeseung tidak akan percaya, karena heeseung mengenal yuri dan tau bahwa dia adalah sahabatmu. kamu yang tadi bersembunyi akhirnya keluar dan menghampiri yuri. "lain kali harus hati-hati yuri, gue takut." "iya, gue minta maaf." ucapnya menyesal. "nggak papa kok, btw makasih ya luna." "iya, gue lanjut dulu." ——— sekarang adalah hari kedua mu. saat kamu akan mengantarkan minuman kemeja kelima, tiba tiba yuri langsung menghampirimu. wajahnya panik dan takut. "kenapa lo? panik amat tu muka." candamu. "y/n tolong, sekarang giliran gue yang anter minuman kemeja VIP." ucapnya panik. "terus kenapa? bagus dong soalnya pelanggan VIP biasanya ngasih tip." balas mu. "lo tau ga siapa dia? mantan suami lo lagi.. tapi kali ini dia sendirian." kamu kembali panik, kamu jelas menolak untuk membantu yuri. "maaf yuri, gue nggak bisa." kamu langsung pergi. dia tidak bnyak bicara lgi, dia mengerti keadaanmu dan bagaimana perasaan mu—jadi dia mengantarnya sendiri. sejam kemudian, kamu mulai kewalahan karena semakin banyak tamu—belum lagi yang nambah' botol hanya untuk bertemu denganmu. saat kamu melewati meja heeseung, langkahmu terhenti. dia mabvk berat akibat minum terlalu banyak. dia seperti tak punya tenaga—membuatmu khawatir. kamu tak bisa membiarkannya minum lagi, jadi kamu langsung menghampirinya. "hee cukup." kamu melemparkan gelas di tangannya. kamu tak tau mengapa dia sampai separah ini, yang kamu tau dulu saat dia masih jadi suamimu dia tak pernah minum sebanyak ini—mungkin segelas saja cukup. begitu kamu melihat wajahnya lebih dekat, dia langsung menatapmu. bahkan tangannya menarik belakang lehermu lalu dengan cepat dia menciummu. ini adalah first kiss kalian, tentu saja kamu terkejut. kamu mendorong nya tapi dia sangat kuat. dia kemudian melepaskan ciuman itu lalu memelukmu. "gue nggak tau lo y/n atau bukan.. tapi gue beneran kangen sama y/n. nggak tau kenapa gue ngerasa lo beneran y/n." lnjut? #pov #enhypen #heeseung #foryoupage #heeseungpov
POV: tak terasa kini sudah 1 tahun, sejak kamu dan heeseung resmi bercerai. setelah 2 tahun mempertahankan pernikahan tanpa cinta—dijodohkan dengan pria yang sama sekali tak menyukaimu. memegang status pasutri tapi tidak dengan perannya. memang tinggal satu atap, tapi pisah kamar, jarang bicara kecuali ada yang penting, bahkan tak pernah menyentuhmu dan harus terus menghadapi sifat heeseung yang sangat dingin padamu. lelah? tentu saja. perjodohan ini di atur oleh orang tua kalian karena ayah kalian adalah sahabat sejak kecil. tak peduli apakah anak mereka mau atau tidak, intinya anak mereka harus menikah. dan itu lah yang terjadi setelah menikah, tidak ada kebahagiaan sedikitpun. ——— beberapa hari lalu kamu mendapatkan tawaran pekerjaan dari sahabatmu diamerika. namanya yuri, kalian sudah lama bersahabat karena kalian dulu adalah teman sekolah. karena tak ingin terus menghabiskan uang orang tuamu, kamu memilih bekerja dan mandiri. walaupun mereka berat untuk melepaskan mu, tapi akhirnya mereka memberimu izin. dan kamu berangkat ke amerika hari ini juga. malamnya kamu langsung mengajak yuri bertemu di sebuah cafe. kamu juga sangat senang, setelah selama itu akhirnya kalian bertemu lagi. "jadi, pekerjaan apa yang lo maksud itu?" tanya mu penuh semangat. "gue kerja jadi bartender di bar." ucap yuri agak ragu. kamu jelas sangat terkejut. bagaimana bisa kamu akan bekerja di tempat seperti itu. mungkin jika orang tua mu tau, mereka akan sangat murka. tapi ntah mengapa kamu merasa itu agak menarik, apalagi yuri memberi taumu bahwa gajinya juga besar. lagipula selama hanya perlu mengantar m1numan tidak lebih, mungkin tidak apa'. jadi kamu langsung menerimanya. ——— hari pertama kamu bekerja sebenarnya kamu sangat risih karena bos mu memberikan pakaian yang sangat sexy. belum lagi melihat wajah' pria hidung belang, membuatmu sangat jijik. "ayo y/n, demi uang." ucap yuri. "gue mau nganter kesana dulu, lo tunggu bos kasih bagian." dan benar, bosmu langsung menghampirimu. dia memberitahu bahwa m1numan yang akan kamu antar adalah khusus untuk meja pelanggan VIP yang dia tunjuk. "dia itu ceo muda sukses di negara ini, banyak yang bilang dia cerai sama istrinya." ucap bosmu penuh semangat. "terus kenapa ibu semangatnya banget? mau jadi istrinya?" Ucapmu tanpa sadar. "heh mulutmu, saya pecat nih yah." "eh iya maaf bu, saya antar sekarang ya." bosmu memberimu sebuah topeng, karena kebanyakan yang bekerja sepertimu selalu menggunakan topeng. walaupun kamu tidak ingin memakainya, kamu tetap membawanya. "layanin yang bener, biar di kasih tip." teriak bosmu. begitu kamu sudah dekat dengan meja VIP itu, langkahmu seketika berhenti saat melihat siapa sebenarnya pelanggan VIP yang di maksud. itu adalah mantan suamimu, benar sekali dia heeseung. kamu memang ingat bahwa saat itu dia memang pergi ke luar negeri setelah kalian bercerai, tapi kamu tidak tau bahwa dia pindah ke amerika dan bahkan sangat sukses di sini. tapi kamu tak punya pilihan. kamu akhirnya memakai topeng yang diberikan oleh bosmu tadi. lalu kamu berjalan menuju kearah heeseung dan teman-temannya duduk. "ini minuman kalian tuan, silahkan nikmati." kamu memberikan senyuman. heeseung yang tadinya tidak melirikmu sedikitpun kini langsung menatapmu dengan serius. dia merasa tidak asing dengan suaramu. "Y/n?" dia langsung berdiri, dan mendekatimu. wajahnya seperti senang tapi juga.. emosi. kalo dugaannya benar itu adalah kamu, dia mungkin akan sangat marah. dengan buru-buru kamu beralasan agar tidak ketahuan karena ini akan sangat memalukan. "maaf tuan, saya luna. anda mungkin salah orang." "o-oh, maaf saya pikir kamu y/n." dia kembali duduk lagi. kamu lega karena dia tenyata percaya semudah itu. hingga dimana yura malah memanggilmu. "y/n! lo udah selesai?" teriaknya. heeseung jelas langsung menatap tajam kearahmu. "aduh mampus.." kamu sangat panik. lnjt? #pov #heeseung #enhypen #foryoupage #heeseungpov
- Je compte uniquement les vidéos ≥ 60 secondes (tu m’as dit que <60s = pas pris en compte).
- Calcul sur les 30 derniers jours (dans la limite des 35 dernières vidéos qu’on a dans le JSON).
- RPM estimé : 1.2€/1k vues (range 0.84–1.56) basé sur ER + save rate + durée moyenne.
- Résultat: 21€ sur 30j (range 15€–28€), pour 17.8K vues éligibles et 1 vidéos ≥60s.
- Emoji + note /10 = performance globale de la vidéo (views + ER + saves).
- ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues.
- Badges “Au-dessus / En dessous” = comparaison directe à la moyenne de TON compte.
Clipping is the fastest way to repurpose content: one long video becomes multiple short viral formats. Example: 1 YouTube video -> 10 Shorts/TikToks.
- 1 long video -> multiple Shorts/TikToks
- Auto subtitles synced to every clip
- Vertical exports optimized for watch time