Google DeepMind memperkenalkan Project Genie, sebuah riset AI yang mampu menghasilkan dunia interaktif dan bisa dimainkan hanya dari deskripsi atau gambar sederhana. Menariknya, dunia yang dihasilkan bukan sekadar visual, tapi punya aturan fisika sederhana, aksi, dan respon, sehingga bisa langsung “dimainkan”. Genie bekerja sebagai world model, AI yang belajar memahami bagaimana sebuah dunia bereaksi terhadap tindakan. Ini bikin AI bukan cuma menebak output, tapi memahami sebab-akibat, seperti bergerak, melompat, atau berinteraksi dengan lingkungan. Meski masih tahap riset dan belum jadi produk publik, Project Genie memberi gambaran masa depan AI yang berpotensi mengubah cara game, simulasi, dan pembelajaran AI dikembangkan. Source: Google DeepMind via YouTube
Kreativv
@kreativv_idCovering the rise of AI and the evolution of tech.
🔗 https://www.youtube.com/@KreativvID ↗🔎 Détails (profil + refresh) ouvrir
AirDraw, aplikasi di Apple Vision Pro yang bisa menjadikan ruang sekitar sebagai “kanvas” untuk melukis hingga sketch 3D, sehingga pengalamannya pun terasa makin nyata. Objek yang dibuat pun berskala nyata dan floating di ruangan. Lewat berbagai mode seperti Sculpt Mode, Physics Mode, dan Cube Voxel Mode, karya 3D dapat merespons gravitasi, tabrakan, dan pergerakan, sehingga terasa seperti objek sungguhan, bukan sekadar overlay digital. AirDraw bukan aplikasi generative AI, namun memanfaatkan sistem AI di Apple Vision Pro untuk pelacakan tangan, mata, kedalaman ruang, dan pemetaan ruangan secara real-time. Teknologi inilah yang membuat proses menggambar 3D jadi presisi dan intuitif. Kini, hasil karya juga bisa dibagikan dalam format USDZ, serta mendukung penggunaan Logitech Muse 3D Stylus untuk pengalaman menggambar yang lebih fleksibel. Source: @justinryanio via X
Robot kini mulai mengambil peran untuk perawatan gedung-gedung tinggi. Perusahaan teknologi Verobotics mengembangkan robot otonom yang mampu membersihkan sekaligus memindai bagian luar gedung pencakar langit. Robot ini tidak memerlukan peralatan di atap gedung, satu operator dapat mengoperasikan beberapa robot sekaligus di berbagai sisi bangunan. Selain membersihkan, robot dilengkapi kamera dan sensor untuk memindai permukaan gedung, mendeteksi retakan, dan mengumpulkan data kondisi gedung secara real time. Data tersebut kemudian diolah menjadi digital twin, yang bantu pemilik gedung memantau kondisi bangunan dan melakukan perawatan secara preventif. Menurut kalian gimana GenK? Source: lukas_m_ziegler via X
Texte → vidéo TikTok IA
Tu écris le prompt, on génère la vidéo.
Sekarang giliran Krea yang kasih update fitur terbaru yang bener-bener powerful: “Realtime Edit” Fitur ini masih tahap beta dan kalian yang mau coba bisa langsung visit profil @krea_ai Source: @krea_ai via Instagram
Seorang musisi sekaligus YouTuber bikin eksperimen pake AI 🤯 Eksperimen yang dia lakuin berangkat dari rasa penasaran bagaimana AI bisa memproduksi sebuah lagu layaknya profesional. Hasilnya di luar ekspektasi! Sebuah ketikan asal tanpa makna justru bisa diubah menjadi lagu utuh bergenre power metal yang keren tanpa memakan banyak waktu. Menurut kalian gimana, GenK? 🤔 Source: Steve Terreberry via YouTube
Sous-titres IA en 1 clic
Vidéo importée → version prête à poster.
Bisa dicoba nih, GenK! Selain bisa jadi lebih stand out, AR Menu juga bisa jadi media interaktif antara business owner dan konsumen. Gimana menurut kalian? Source: @thevxlord via Instagram
Lagi jadi bahan perbincangan di X, Anirole, platform AI asal Jepang punya fitur yang cukup mengejutkan. Bukan rame tanpa sebab, soalnya Anirole ini bisa generate sketsa jadi gambar bergaya anime secara real-time dan tanpa nunggu lama. Bahkan di postingannya, Anirole bilang hasil generating image-nya hanya dalam 0.1 detik. Ada yg udah coba, GenK? Source: @anirole_jp via X
Startup asal Jerman, Filics Units nunjukin masa depan logistik di gudang bisa beda total. Mereka menciptakan robot yang bisa bergerak sendiri, muat di lorong sempit, dan angkat pallet tanpa manusia di belakang setir. Dirancang buat tugas yang biasanya dilakukan forklift tradisional, Filics Units bisa jalan di bawah pallet, angkat dan bawa barang ke titik yang dituju, bahkan di ruang sempit sekalipun yang biasanya bikin forklift kesulitan beroperasi. Teknologi ini diklaim punya efisiensi tinggi, ngurangin beban kerja staf gudang sekaligus maksimalkan ruang, dan jadi bagian besar dari otomatisasi intralogistik yang makin diminati. Source: Multiple sources 📹: Filics via Linkedin
Bayangkan jika penyandang tuna netra bisa berjalan mandiri tanpa tongkat atau anjing penuntun. Inilah visi yang ingin diwujudkan @dotlumen, startup asal Romania yang menghadirkan teknologi kacamata pintar untuk membantu mobilitas penyandang tunanetra. Kacamata pintar ini memanfaatkan kamera, sensor, dan AI untuk membaca kondisi sekitar secara real-time. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi umpan balik lewat genggaman yang berfungsi sebagai penunjuk arah sekaligus peringatan saat ada rintangan di depan. Menariknya, kacamata pintar ini dapat digunakan tanpa koneksi internet maupun GPS, jadi berfungsi di berbagai situasi. Pendekatan ini memungkinkan pengguna bergerak dengan lebih aman, intuitif, dan konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Gimana menurut kalian? Tulis di kolom komen yuk! Source: dotlumen-empoweringtheblin6524 via YouTube
Gimana menurut lo tentang cast Spongebob ini, GenK? Udah cocok belum cast-nya? 👀 Source: @realcartoongpt via Instagram.
1 perangkat bisa punya 2 fungsi cukup dengan diputar aja! Dalam satu mode, perangkat ini bisa digunakan sebagai headphone buat dengerin lagu secara lebih personal. Saat bodinya diputar, yang tadinya headphone bisa berubah jadi speaker. Perangkat ini dikenal dengan nama TDM Neo. Dengan 4 driver dan 2 amplifier, kualitas audio dari TDM Neo ini gak main-main! Terus juga ada fitur multipoint pairing yang bisa bantu menghubungkan ke lebih dari satu sumber. TDM Neo juga menawarkan hingga lebih dari 200 jam pemakaian dalam mode headphone dan lebih dari 10 jam saat digunakan sebagai speaker. Berdasarkan informasi dari website official-nya, TDM Neo dapat dibeli melalui sistem pre-order dalam pilihan warna hitam dan putih. Kalian tertarik buat beli gak? Source: @tdm_thebrand
mui Board Gen 2 adalah panel kendali rumah pintar yang dikembangkan oleh mui Lab, sebuah perusahaan teknologi asal Jepang. Perangkat ini dirancang sebagai pusat kontrol buat berbagai sistem smart home, seperti lampu, kunci pintar, termostat, dan perangkat Internet of Things (IoT) lainnya. mui Board Gen 2 sendiri menggunakan material kayu alami dengan layar yang menyatu di permukaannya, sehingga dapat berfungsi sekaligus sebagai elemen interior. Informasi seperti waktu, cuaca, pesan, sampai status perangkat rumah lainnya dapat ditampilkan dan diakses lewat sentuhan. Perangkat ini mendukung konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth serta kompatibel dengan standar Matter, yang memungkinkan berbagai perangkat dari merek berbeda terhubung dan dikendalikan secara terpusat. Dengan konsep ini, mui Board Gen 2 ditujukan buat menghadirkan sistem rumah pintar yang lebih terintegrasi, rapi, dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut kalian gimana? Tulis di kolom komen yuk! Source: verge via TikTok
INQ Pen adalah pena digital yang dirancang sebagai jembatan dari tulisan tangan tradisional dengan dunia digital. Pena ini dikembangkan oleh inq, sebuah divisi dari perusahaan teknologi asal Swedia yang khusus memproduksi pena digital dan perangkat lunak pendukungnya. Brand ini dibuat untuk menghasilkan pengalaman menulis yang tetap menggunakan tinta nyata di kertas, namun catatan tersebut langsung terekam, tersimpan, dan tersinkronisasi ke perangkat digital. Kalian tertarik buat nyobain ga GenK? Source: inq.pens via TikTok
Saat event CES 2026 berlangsung, Razer memamerkan project terbarunya, yaitu Project Ava. Project Ava sendiri merupakan AI companion berbentuk hologram interaktif yang bisa muncul layaknya karakter virtual di dunia nyata. Ava dirancang sebagai asisten personal untuk gamer dan kreator yang bisa merespons suara, memahami konteks, dan tampil secara visual, bukan cuma lewat layar datar. Berbeda dari asisten AI biasa, Project Ava menggabungkan AI generatif, visual holografik, dan interaksi real-time, bikin pengalaman terasa lebih hidup dan personal. Konsep ini nunjukin arah baru Razer: AI bukan sekadar tool di balik layar, tapi “teman digital” yang hadir secara fisik dan visual. Meski masih berstatus konsep, Project Ava langsung jadi sorotan karena nunjukin bagaimana AI, gaming, dan hologram bisa bertemu di satu pengalaman futuristik. Kalian tertarik punya AI companion juga gak, GenK? Source: RAZER via YouTube
William Holmberg, seorang developer yang lagi menarik perhatian lewat proyek flight simulator yang ia kembangkan sendiri. Bukan simulator biasa, proyek ini memanfaatkan Google Earth untuk memungkinkan pengguna terbang di atas kota-kota nyata di seluruh dunia. Simulator ini bersifat open source dan nunjukin gimana data pemetaan dunia nyata bisa diolah jadi pengalaman interaktif yang terasa hidup. Proyeknya jadi contoh bagaimana satu developer bisa ngerangkai teknologi kompleks jadi sesuatu yang fungsional dan menarik. Ada yang udah coba, GenK? Source: WilliamHolmbe19 via X
- Je compte uniquement les vidéos ≥ 60 secondes (tu m’as dit que <60s = pas pris en compte).
- Calcul sur les 30 derniers jours (dans la limite des 35 dernières vidéos qu’on a dans le JSON).
- RPM estimé : 0.72€/1k vues (range 0.5–0.93) basé sur ER + save rate + durée moyenne.
- Résultat: 6.46€ sur 30j (range 4.52€–8.4€), pour 9K vues éligibles et 6 vidéos ≥60s.
- Emoji + note /10 = performance globale de la vidéo (views + ER + saves).
- ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues.
- Badges “Au-dessus / En dessous” = comparaison directe à la moyenne de TON compte.
Importe ta vidéo, et Vexub génère une vidéo sous-titrée prête pour TikTok, Reels ou Shorts. Pas de montage, pas de prise de tête.
- Reconnaissance vocale IA → texte propre
- Sous-titres syncro automatiquement sur la vidéo
- Format vertical optimisé pour les vues