#uas
USTADZ ABDUL SOMAD
@sahabatuaschannelSedekah Atas Nama OrangTua Bangun Ponpes UAS Ma'had Az-Zahra 👇KLIK LINK DIBAWAH
🔗 linktr.ee/ustadzabdulsomadofficial ↗🔎 Détails (profil + refresh) ouvrir
#uas #ustadzabdulsomad
Marhaban Ya Ramadhan Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🙏#uas #ramadhan2026
Turn 1 Long Video into 10 Viral Shorts
Upload one YouTube video and auto-generate multiple TikToks, Reels, and Shorts in minutes.
Melindungi Tuah Menjaga Marwah @herryheryawan_official #ustadzabdulsomad #kapoldariau #uas
Turn 1 Long Video into 10 Viral Shorts
Upload one YouTube video and auto-generate multiple TikToks, Reels, and Shorts in minutes.
Syaikh Dr Yusuf al-Qaradhawi akan datang nanti malam ke Masjid Syaikh Khalil al-Hushari di 'Aguza, Mesir. Begitu info dari kawan pada musim panas tahun 1999. Beliau di Qatar, tapi musim panas ke Cairo. Kami langsung naik bis dari Hay Tsamin menyeberang Nil ke Giza. Syaikh Yusuf al-Qaradhawi menyampaikan tausiyahnya tentang pendidikan keluarga. Selesai tausiyah, saat beliau berdiri. Semua jamaah menyerbu beliau ingin salaman. Sirup merah di atas meja beliau ludes, yang menghabiskan mahasiswa Indonesia. Di luar masjid, kami ambil photo dengan Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dan Bu Yasmin putri Syaikh Khalil al-Hushari. Ada Juga Ustadz Muhammad Abdih, Ustadz Syahrul Aidi dan photo dengan camera Ustadz Hanafi Yunus. Saya ingat karena Ustadz Hanafi Yunus tidak pernah memberikan poto itu, "Tunggu cetak", katanya sejak 1999. Hari ini, 18 Januari 2026, hanya biasa ziarah ke makam Syaikh Yusuf al-Qaradawi di Qatar الفااحة اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه
Babysitter part time
Zaman dulu Zaman sekarang #ustadzabdulsomad #uas #katakata
Semua yang dipelihara akan berbuah, semua yang di sia-siakan akan mengamuk #ustadzabdulsomad #uas #katakata
Nikmati saat ini #ustadzabdulsomad #uas #katakata
Ustadz Das'ad Latif Silaturahmi ke Pondok UAS Mahad Az-Zahra #uas #ustadzabdulsomad #ustadzdasadlatif
#uas #sumbar #bencanaalam
kata kata hari ini #uas #ustadzabdulsomad
Pekanbaru — Tenaga Ahli Gubernur Riau Tata Maulana akhirnya menghirup udara bebas setelah menjalani pemeriksaan intensif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama dua hari. Ia dibebaskan pada Rabu (4/11/2025) dini hari pukul 03.00 WIB, setelah sebelumnya diamankan bersama Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pekanbaru. Dalam wawancara eksklusif bersama Radar Pekanbaru, Tata menceritakan secara terbuka kronologi dan kejanggalan di balik peristiwa yang mengguncang Pemerintahan Provinsi Riau itu. Radar Pekanbaru: Kapan dan bagaimana Anda pertama kali mengetahui ada operasi KPK di Pekanbaru? Tata Maulana: Saya baru tahu sekitar pukul 15.00 dari Walpri (pengawal pribadi). Katanya ada pihak yang datang ke kantor PUPR, menyita HP petugas Satpol, dan menggertak sambil mencari nama saya. Mereka tanya, “Di mana Tata? Mana mobil dengan plat ini?” Saya heran kenapa mereka mencari saya. Belakangan baru tahu, ternyata itu rombongan KPK. Radar Pekanbaru: Apa yang terjadi saat itu dengan Gubernur? Tata Maulana: Sekitar pukul 13.00 lewat, Pak Gubernur sedang menerima tamu — Bupati Siak, Kapolda, dan kemudian datang juga Wakil Gubernur SF Hariyanto. Setelah tamu-tamu pulang, kami diajak keluar mencari tempat ngopi sekitar pukul 16.00. Di mobil, saya baru tahu kalau sebelumnya ada OTT di kantor PUPR. Radar Pekanbaru: Bagaimana proses penangkapan itu terjadi? Tata Maulana: Kami sampai di salah satu tempat ngopi di Jalan Paus. Saya baru sempat bilang ke Pak Gubernur, “Ada berita OTT di kantor PUPR.” Beliau langsung buka berita di ponsel. Tak lama, sekitar pukul 17.00, KPK datang dan langsung menyergap. HP Pak Gubernur disita, bahkan dipaksa dibuka dan disalin datanya saat itu juga. Petugas hanya bilang, mereka menemukan uang di kantor PUPR. Radar Pekanbaru: Apa reaksi Gubernur saat itu? Tata Maulana: Beliau kaget sekali, bingung. Saya lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana HP-nya disita, lalu dibawa ke Mako Brimob. Saya ikut dibawa juga, katanya saya “target”. Saya tanya, target untuk apa? Saya tidak pernah berhubungan dengan pihak PUPR. Radar Pekanbaru: Anda juga diperiksa oleh KPK? Seperti apa pertanyaan yang diajukan? Tata Maulana: Ya, saya diperiksa di Mako Brimob sampai malam. Pertanyaannya seputar apakah saya pernah mendengar perintah 5%, apakah tahu penyerahan uang, atau pertemuan Kadis dan UPT dengan Gubernur. Semua saya bantah. Saya memang tidak pernah mendengar, melihat, atau tahu soal itu. Radar Pekanbaru: Bagaimana menurut Anda soal tuduhan terhadap Gubernur Abdul Wahid? Tata Maulana: Saya menduga tuduhan itu sangat tidak berdasar. Dasarnya hanya pengakuan sepihak dari pegawai PUPR yang ditahan. Katanya uang itu untuk Gubernur, mereka merasa “diperas”. Tapi tidak ada bukti kuat — tidak ada dokumen, perintah tertulis, rekaman, atau sadapan yang diperdengarkan selama pemeriksaan. Radar Pekanbaru: Ada juga kabar soal pernyataan “matahari hanya satu” yang disebut-sebut jadi alasan penetapan tersangka? Tata Maulana: Nah, itu juga janggal. Kalimat itu ditafsirkan sepihak. Harusnya dikonfirmasi dulu, apakah benar diucapkan, ada rekaman atau tidak. Selama pemeriksaan, saya tidak pernah mendengar bukti audio atau video itu diperdengarkan. Jadi saya menduga, tuduhan itu hanya berdasarkan pengakuan sepihak tanpa pembuktian elektronik. Radar Pekanbaru: Anda juga menyebut ada kejanggalan lain? Tata Maulana: Banyak. Saat kami belum sampai Mako Brimob, berita “Gubernur Riau di OTT KPK” sudah naik serentak di media nasional dan lokal. Waktunya bersamaan. Seolah-olah berita itu sudah disiapkan sebelumnya. Lalu uang Rp750 juta di kantor PUPR, dan katanya ada lagi Rp50 juta di rumah salah satu UPT — semua diangkat untuk menguatkan narasi. Padahal rumah dinas gubernur di Pekanbaru maupun Jakarta tidak ditemukan uang hasil OTT. Radar Pekanbaru: Apa yang Anda rasakan melihat kejadian itu? https://radarpekanbaru.com/news/detail/26384/eksklusif-radar-pekanbaru-ta-gubernur-riau-tata-maulana-ungkap-kejanggalan-ott-yang-arahkan-gubri-ab
- Je compte uniquement les vidéos ≥ 60 secondes (tu m’as dit que <60s = pas pris en compte).
- Calcul sur les 30 derniers jours (dans la limite des 35 dernières vidéos qu’on a dans le JSON).
- RPM estimé : 0.81€/1k vues (range 0.57–1.06) basé sur ER + save rate + durée moyenne.
- Résultat: 0€ sur 30j (range 0€–0€), pour 0 vues éligibles et 0 vidéos ≥60s.
- Emoji + note /10 = performance globale de la vidéo (views + ER + saves).
- ER = (Likes + Commentaires + Partages) / Vues • Save rate = Sauvegardes / Vues.
- Badges “Au-dessus / En dessous” = comparaison directe à la moyenne de TON compte.
Clipping is the fastest way to repurpose content: one long video becomes multiple short viral formats. Example: 1 YouTube video -> 10 Shorts/TikToks.
- 1 long video -> multiple Shorts/TikToks
- Auto subtitles synced to every clip
- Vertical exports optimized for watch time